Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir kembali berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Selasa (11/11), warga diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin puting beliung.
Pada pagi hujan ringan-sedang sudah mulai mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah bagian timur dan Karimunjawa, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan di Jawa Tengah meningkat secara merata, bahkan cuaca ekstrem berpotensi di 33 daerah di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jateng selatan, barat, timur, Solo Raya dan Pantura.
Selain air laut pasang (rob) dengan ketinggian 1,1 meter, gelombang tinggi hingga mencapai 1,25-2,5 meter juga berpotensi di perairan utara dan hujan ringan-sedang juga berpotensi di perairan tersebut. "Waspada kondisi perairan utara kembali bergolak Selasa (11/11)," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Lessy Andari.
Air laut pasang (rob) masih berlangsung di perairan utara pada pukul 01.00-04.00 WIB, lanjut Lessy Andari, berdampak banjir rob di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, sehingga akan mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam.
Sedangkan gelombang tinggi dan kecepatan angin diatas 15 knot, menurut Lessy Andari, berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama hasil berukuran kecil dan sedang dan penyeberangan antar pulau. "Kapal nelayan, tongkang dan penyeberangan antar pulau diminta waspada," tambahnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida secara terpisah mengatakan hujan ringan-sedang sudah mulai mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah sejak pagi, sehingga diminta warga untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi terutanavsast intensitas meningkat dan berubah ekstrem.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem pada Selasa (11/11), ungkap Risca Maulida, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi dan Brebes.
Menurut Risca Maulida cuaca ekstrem juga berpotensi di Magelang, Surakarta, Salatiga Bumiayu, Majenang dan Ambarawa, sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang secara merata.
"Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," ujar Risca Maulida. (H-2)
CUACA ekstrem yang ditandai dengan hujan lebat disertai angin kencang melanda Banyumas, Jawa Tengah pada Rabu (4/3) petang.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BBMKG Denpasar rilis peringatan dini gelombang 5 meter dan angin kencang 40 knot di Bali akibat bibit siklon 90S. Cek wilayah terdampak di sini.
BMKG peringatkan potensi hujan lebat, kilat, dan angin kencang di Jawa Barat pada 4-10 Maret 2026. Waspada bencana hidrometeorologi di wilayah Jabar.
BMKG pantau 3 bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang picu cuaca ekstrem di Indonesia. Waspada hujan lebat, angin kencang, dan gelombang hingga 4 meter.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait prakiraan cuaca Jawa Tengah 3 Maret 2026. Gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi di perairan selatan dan 2,5 meter dan potensi cuaca ekstrem
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved