Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir kembali berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Selasa (11/11), warga diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin puting beliung.
Pada pagi hujan ringan-sedang sudah mulai mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah bagian timur dan Karimunjawa, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan di Jawa Tengah meningkat secara merata, bahkan cuaca ekstrem berpotensi di 33 daerah di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jateng selatan, barat, timur, Solo Raya dan Pantura.
Selain air laut pasang (rob) dengan ketinggian 1,1 meter, gelombang tinggi hingga mencapai 1,25-2,5 meter juga berpotensi di perairan utara dan hujan ringan-sedang juga berpotensi di perairan tersebut. "Waspada kondisi perairan utara kembali bergolak Selasa (11/11)," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Lessy Andari.
Air laut pasang (rob) masih berlangsung di perairan utara pada pukul 01.00-04.00 WIB, lanjut Lessy Andari, berdampak banjir rob di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, sehingga akan mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam.
Sedangkan gelombang tinggi dan kecepatan angin diatas 15 knot, menurut Lessy Andari, berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama hasil berukuran kecil dan sedang dan penyeberangan antar pulau. "Kapal nelayan, tongkang dan penyeberangan antar pulau diminta waspada," tambahnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida secara terpisah mengatakan hujan ringan-sedang sudah mulai mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah sejak pagi, sehingga diminta warga untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi terutanavsast intensitas meningkat dan berubah ekstrem.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem pada Selasa (11/11), ungkap Risca Maulida, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi dan Brebes.
Menurut Risca Maulida cuaca ekstrem juga berpotensi di Magelang, Surakarta, Salatiga Bumiayu, Majenang dan Ambarawa, sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang secara merata.
"Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," ujar Risca Maulida. (H-2)
Gandeng BMKG, PT KAI Pantau Cuaca Demi Keselamatan Perjalanan Kereta Api Masa Angkutan Lebaran 2026
Berdasarkan analisis BBMKG Denpasar, monsun Asia diprakirakan masih akan memberikan pengaruh kuat disertai dengan terbentuknya pola pertemuan angin
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved