Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir kembali berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah Selasa (11/11), warga diminta waspada terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin puting beliung.
Pada pagi hujan ringan-sedang sudah mulai mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah bagian timur dan Karimunjawa, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan di Jawa Tengah meningkat secara merata, bahkan cuaca ekstrem berpotensi di 33 daerah di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jateng selatan, barat, timur, Solo Raya dan Pantura.
Selain air laut pasang (rob) dengan ketinggian 1,1 meter, gelombang tinggi hingga mencapai 1,25-2,5 meter juga berpotensi di perairan utara dan hujan ringan-sedang juga berpotensi di perairan tersebut. "Waspada kondisi perairan utara kembali bergolak Selasa (11/11)," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Lessy Andari.
Air laut pasang (rob) masih berlangsung di perairan utara pada pukul 01.00-04.00 WIB, lanjut Lessy Andari, berdampak banjir rob di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, sehingga akan mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam.
Sedangkan gelombang tinggi dan kecepatan angin diatas 15 knot, menurut Lessy Andari, berisiko terhadap aktivitas pelayaran terutama hasil berukuran kecil dan sedang dan penyeberangan antar pulau. "Kapal nelayan, tongkang dan penyeberangan antar pulau diminta waspada," tambahnya.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Risca Maulida secara terpisah mengatakan hujan ringan-sedang sudah mulai mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah sejak pagi, sehingga diminta warga untuk mewaspadai bencana hidrometeorologi terutanavsast intensitas meningkat dan berubah ekstrem.
Daerah di Jawa Tengah berpotensi cuaca ekstrem pada Selasa (11/11), ungkap Risca Maulida, yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Karanganyar, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi dan Brebes.
Menurut Risca Maulida cuaca ekstrem juga berpotensi di Magelang, Surakarta, Salatiga Bumiayu, Majenang dan Ambarawa, sedangkan daerah lainnya di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang secara merata.
"Angin bertiup dari arah barat ke utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 18-32 derajat celcius dan kelembaban udara berkisar 60-95 persen," ujar Risca Maulida. (H-2)
OMC menjadi salah satu langkah mitigasi nonstruktural Pemprov DKI untuk mengurangi potensi hujan ekstrem yang dapat memicu banjir dan genangan, terutama di wilayah padat dan rawan.
Koordinasi dilakukan bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
BMKG memberikan peringatan dini cuaca berupa potensi cuaca ekstrem hingga akhir Januari 2026 mendatang. Dalam prakiraan cuaca BMKG dijabarkan analisis mengenai pemicu cuaca ekstrem.
BMKG mengeluarkan peringatan dini status "Siaga" untuk wilayah pantura Jawa Tengah. Status ini merupakan level tertinggi yang berlaku mulai 21 hingga 31 Januari 2026.
BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang diprediksi akan berlangsung selama sepekan ke depan, mulai 22 hingga 28 Januari 2026.
Seluruh titik genangan di wilayah permukiman saat ini terkonsentrasi di wilayah Jakarta Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved