Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta, Kamis (9/10). Di kesempatan tersebut, GMNI menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo.
Ketua Umum DPP GMNI Muhammad Risyad Fahlefi Bersama Sekretaris Jenderal Patra Dewa beserta jajaran pengurus hadir dengan memakai jas berwarna merah dan berpeci. Rombongan GMNI juga Nampak memakai sarung ala santri. Kehadiran segenap pengurus DPP GMNI disambut langsung oleh Gus Yahya dan Waketum PBNU KH Amin Said Husni.
Risyad Fahlefi, mengatakan pertemuan ini merupakan bagian dari merajut kebangsaan antara nasionalis dengan kelompok santri. "Kami silaturahim, berdiskusi, mengenai situasi bangsa hari ini, kita juga berbicara mengenai demokrasi Indonesia, yang seharusnya GMNI dapat berperan aktif dalam membangun demokrasi menjadi demokrasi yang substansial dan lebih baik," ujar Risyad.
Risyad mengungkap, Gus Yahya memberikan pesan khusus untuk GMNI. Pesan dari Gus Yahya, kata Risyad, menjadi refleksi bersama diantara kader marhaenis.
"Pesan khusus dari Gus Yahya, GMNI di tengah perkembangan zaman harus menemukan transformasinya, mau dibawa kemana organisasi ini dan kader-kader ke depan, dan ini tentu menjadi refleksi yang baik untuk kami semua," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, GMNI turut menyampaikan belasungkawa atas musibah yang menimpa Pondok Pesantren Al-Khoziny Sidoarjo. Pertemuan diakhiri dengan berdoa bersama untuk Bangsa Indonesia. (NU Online/H-3)
KETUA Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf, menanggapi pro dan kontra terkait keterlibatan Indonesia dalam forum internasional Board of Peace
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menilai keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace yang diinisiasi Amerika Serikat sebagai langkah tepat.
Ia juga memastikan bahwa PBNU secara organisasi tidak terlibat dalam kasus yang melibatkan Eks Menag Yaqut.
Gus Yahya menghadiri dan mengawal langsung rangkaian kegiatan Napak Tilas Jejak Restu Pendirian NU yang menempuh rute Bangkalan-Jombang
PBNU menjadi mitra strategis pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka dalam mengawal program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, didampingi Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, menghadiri puncak peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membeberkan alasan fundamental di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto melibatkan Indonesia dalam Board of Peace.
KETUA Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya menyampaikan pesan mendalam kepada Presiden Prabowo Subianto terkait Board of Peace atau Dewan Perdamaian Gaza.
PRESIDEN Prabowo Subianto dijadwalkan menggelar pertemuan dengan puluhan pimpinan organisasi Islam dan tokoh pondok pesantren dari berbagai daerah pada hari ini.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perwakilan sejumlah organisasi masyarakat Islam, termasuk PBNU, Muhammadiyah, dan MUI, ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta.
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved