Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR bandang melanda Desa Sawu, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur sejak Senin (8/9) sore. Peristiwa ini menewaskan tiga warga dan empat lainnya hilang, sampai Selasa (9/9) belum ditemukan.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, mengatakan Tim SAR Gabungan dari Unit Siaga SAR Ende dan Pos TNI AL Ende sudah diberangkatkan ke lokasi dengan membawa peralatan untuk pencarian. Tim diperkirakan tiba pada Selasa (9/9) sore, guna melakukan koordinasi dan operasi SAR bersama unsur yang lebih dulu berada di lokasi. Sementara itu, BPBD Nagekeo telah mendirikan posko darurat dan menyalurkan bantuan logistik bagi warga terdampak.
Hujan deras yang masih mengguyur wilayah Mauponggo mengakibatkan akses menuju lokasi cukup sulit karena jalan dipenuhi lumpur dan material banjir. Pemerintah Kabupaten Nagekeo mengimbau warga yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor agar tetap siaga dan segera melapor ke aparat desa atau posko darurat bila membutuhkan pertolongan. (M-2)
Jumlah kasus meningkat karena masifnya sosialiasasi dan pendampingan tim UPTD PPA sehingga korban berani melaporkan tindak kekerasan yang dialami.
Pemerintah mempercepat rehabilitasi infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang yang terjadi pada 8 September lalu dengan memprioritaskan perbaikan jalan dan jembatan.
BPBD mencatat total kerugian akibat banjir dan longsor di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditaksir mencapai Rp90, 69 Miliar.
Langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial dan komitmen Pertamina dalam mendukung masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi darurat bencana.
Tim terus berupaya mencari korban yang masih hilang dengan mengerahkan tiga unit ekskavator untuk menggali material banjir serta drone thermal untuk pemantauan udara.
“Ketiganya ditemukan di bawah reruntuhan rumah mereka yang belum sepenuhnya tersapu banjir,”
KOMISI Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta lembaga terkait memberikan pendampingan psikososial untuk saudara dan keluarga anak korban bunuh diri di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved