Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYERAPAN anggaran sejumlah perangkat daerah di Kota Sukabumi, Jawa Barat, relatif besar. Rata-rata, angka penyerapannya sudah di atas 50%.
Kepala Bidang Akuntansi Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kota Sukabumi, Nurul Leila, menuturkan ada beberapa perangkat daerah yang tingkat penyerapan anggarannya sudah cukup tinggi. Kondisi ini mengindikasikan penggunaan anggaran sesuai dengan perencanaan program.
"Hingga semester I tahun ini kami mencatat, penyerapan anggaran beberapa perangkat daerah sudah cukup bagus. Kalau dirata-ratakan lebih dari 50%," kata Nurul, Senin (8/9).
Berdasarkan catatan BPKPD, perangkat daerah yang tingkat penyerapan anggarannya cukup besar yaitu Sekretariat DPRD. Penyerapannya terealisasi mencapai 63,38%.
Kemudian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan realisasi kisaran 61,99%. Sementara di lingkup Sekretariat Daerah, realisasi penyerapannya sudah mencapai 58%.
Nurul mengatakan, secara akumulasi realisasi belanja daerah Pemerintah Kota Sukabumi hingga semester I tahun ini telah mencapai sekitar 47,18% dari nilai APBD. Realisasinya cenderung naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
"Untuk PAD (pendapatan asli daerah) sebelum perubahan yang berasal dari pajak dan retribusi daerah non-BLUD, realisasinya juga naik. Penerimaannya sudah mencapai 60% dari target. Dibanding tahun lalu pada periode yang sama, pada semester I tahun ini ada penaikan," ungkap dia.
Saat ini Pemkot Sukabumi masih menunggu hasil evaluasi Gubernur Jawa Barat terhadap APBD perubahan 2025. Nurul menyebut, dalam waktu dekat hasil evaluasi akan diterima Pemkot Sukabumi yang nantinya diparipurnakan di DPRD.
"Kemungkinan hasil evaluasi Gubernur diterima pada pertengahan bulan ini," pungkasnya. (H-1)
Pesisir pantai selatan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, diwaspadai terjadi potensi banjir rob. Kondisi itu menyusul peringatan dini yang dikeluarkan BMKG.
TANAH longsor, banjir, dan cuaca ekstrem masih mewarnai sejumlah daerah di Jawa Barat.
Pergerakan tanah di wilayah itu terjadi pada Rabu (14/1) sekitar pukul 05.30 WIB. Lokasi tersebut dikenal rawan pergerakan tanah
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem antara lain akses ke kawasan Geopark Ciletuh Palabuhanratu
Dedi berjanji akan menindaklanjuti permintaan itu, sehingga ada kejelasan dan penyelesaian terhadap 500 rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved