Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH ditetapkan sebagai Kampung Kerukunan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Lembata, Desa Pancasila oleh Pemerintah Kabupaten Lembata, dan Desa Moderasi oleh Kementerian Agama, FKUB Kabupaten Lembata langsung membentuk Pokja Kerukunan Desa Pada, Kecamatan Nubatukan, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Pembentukan pokja diawali dengan sosialisasi Peraturan Bersama (Perber) Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2006 dan Nomor 8 Tahun 2006.
Kepala Kantor Kementerian Agama Lembata, Jamaludin Malik mengatakan Desa Pada menjadi salah satu desa moderasi dari 1.000 desa moderasi yang ditetapkan Kementerian Agama.
Hal yang mendasari pembentukan desa moderasi adalah adanya beberapa rumah ibadah di wilayah tersebut, serta interaksi sosial antarumat beragama yang berjalan bagus.
"Dan ada peluang menjadi role model atau contoh bagi kehidupan beragama di tempat lain yang ada di Kabupaten Lembata dan NTT. Kita berharap Desa Pada menjadi pionir desa moderasi di Kabupaten Lembata," ujar Jamaludin, Sabtu (2/8).
Ia pun mengapresiasi pemerintah Desa Pada yang bekerja sama dengan FKUB membentuk Pokja Kerukunan. Pembentukan pokja itu menjadi penting karena melihat berbagai peristiwa belakangan ini yang merusak kerukunan dan memicu gesekan antarumat beragama.
"Susahnya ada di masyarakat kecil. Insya Allah di NTT, Flores dan Lembata, kita menyadari kita berasal dari satu suku besar. Ada perekat budaya dan kearifan lokal yang menjaga kebersamaan kita," ujarnya.
Dia menegaskan, interaksi sosial di NTT, khususnya Lembata, bukan berdasarkan teori-teori, tetapi tumbuh dari jiwa dalam kebersamaan yang ada sejak dulu dan terus tumbuh.
Sekretaris Desa Pada Muktar Sabon Ama, menuturkan Desa Pada sebagai desa moderasi dalam implementasinya sudah berjalan baik di masyarakat sejak dulu.
Muktar berharap pembentukan Pokja Kerukunan tidak sekadar formalitas, tetapi perlu terus diperhatikan agar keberadaannya bermanfaat bagi masyarakat. (PT/P-2)
Badan Geologi Kementerian ESDM menaikkan status aktivitas gunung tersebut dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) sejak Minggu (18/1) pukul 11.00 Wita.
Aktivitas erupsi ini terekam dengan amplitudo maksimum mencapai 36,2 mm dan durasi sekitar 1 menit 25 detik.
Lembata membutuhkan investasi yang ramah lingkungan, meskipun beberapa sektor strategis kerap mendapat penolakan dari sebagian masyarakat.
Berdasarkan pengamatan instrumental, aktivitas kegempaan masih didominasi oleh gempa hembusan dengan jumlah mencapai 1.340 kejadian.
DINAS Kesehatan Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, bersama Puskesmas Lewoleba melakukan tindakan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Lewoleba Barat, Selasa (18/11).
SENJA baru saja turun di Taman Kota Lewoleba, Ibu Kota Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, Minggu (16/11), ketika satu per satu obor mulai menyala.
Menag Nasaruddin Umar mengajak umat Katolik dan Kristen untuk menjadikan perayaan Natal sebagai momentum untuk mendalami pesan Natal, sekaligus memperkuat kerukunan antar-umat beragama.
BUPATI Mimika, Johannes Rettob, menerima piagam penghargaan Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
INDONESIA menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan pemikiran keagamaan modern yakni kerukunan dan ekoteologi.
Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf , Ditjen Bimas Islam, Kemenag RI menggelar Walk for Harmony bertajuk “Merawat Kerukunan dan Mensejahterakan Umat” di Masjid Al-Akbar Surabaya.
KABUPATEN Mimika mencatat sejarah baru dalam upaya merawat kerukunan umat beragama. Pemda dan FKUB Kabupaten Mimika meraih penghargaan Harmony Award 2025
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kekuatan Indonesia bertumpu pada kerukunan yang terus dipelihara di tengah masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved