Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kemenag Gelar Walk for Harmony, Merawat Kerukunan dan Mensejahterakan Umat

Basuki Eka Purnama
30/11/2025 20:27
Kemenag Gelar Walk for Harmony, Merawat Kerukunan dan Mensejahterakan Umat
Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf , Ditjen Bimas Islam, Kemenag RI menggelar Walk for Harmony bertajuk “Merawat Kerukunan dan Mensejahterakan Umat” di Masjid Al-Akbar Surabaya.(MI/HO)

DIREKTORAT Pemberdayaan Zakat dan Wakaf , Ditjen Bimas Islam, Kemenag RI menggelar Walk for Harmony bertajuk “Merawat Kerukunan dan Mensejahterakan Umat” di Masjid Al-Akbar Surabaya. Kegiatan ini diikuti 27.500 peserta dari berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh lintas agama, organisasi keagamaan, lembaga zakat dan wakaf, pelajar, komunitas sosial, serta masyarakat umum.

Kegiatan Walk for Harmony merupakan bagian dari kampanye nasional The Wonder of Harmony yang mengusung semangat kolaborasi, solidaritas, dan kebersamaan sebagai fondasi kehidupan beragama di Indonesia. 

Hadirnya banyak peserta dari berbagai keyakinan mempertegas bahwa ruang-ruang kebangsaan dapat menjadi wadah perjumpaan yang damai, tidak hanya untuk mempererat silaturahmi, tetapi juga untuk membangun kepedulian sosial.

Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad, menyampaikan bahwa jalan sehat ini menjadi simbol komitmen masyarakat dalam menjaga harmoni dan memaknai keberagamaan sebagai kekuatan sosial.

“Indonesia dibangun di atas nilai ketuhanan, kemanusiaan, dan keadilan sosial. Melalui zakat dan wakaf, umat diajak menumbuhkan empati dan solidaritas agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata. Harmoni tidak hadir otomatis, ia tumbuh karena dirawat,” ujarnya.  

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan bahwa kehadiran peserta lintas iman dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa nilai sosial zakat bersifat universal.

“Zakat memang bagian dari ajaran Islam, tetapi nilai yang dikandungnya bersifat lintas batas. Prinsip berbagi, membantu yang lemah, dan menciptakan keadilan ekonomi adalah nilai universal dalam setiap agama dan tradisi kemanusiaan,” ungkapnya.

Sebagai regulator, Kementerian Agama terus memastikan bahwa tata kelola zakat dan wakaf berjalan profesional, transparan, dan berdampak nyata bagi masyarakat. 

“Zakat bukan hanya ibadah personal, melainkan instrumen pembangunan sosial. Jika dikelola dengan baik, ia menjadi energi peradaban,” kata Waryono.

Kegiatan ini ditutup dengan doa lintas agama sebagai simbol persatuan dalam keberagaman. Kemenag berharap Walk for Harmony dapat menjadi agenda rutin dan ruang kolaborasi produktif bagi seluruh elemen bangsa dalam memperkuat kerukunan serta memperluas kebermanfaatan zakat dan filantropi sosial bagi masyarakat. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik