Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTORAT Pemberdayaan Zakat & Wakaf, Ditjen Bimas Islam, Kementerian Agama (Kemenag) RI menggelar Sholawat Kebangsaan bertema “Mensyukuri Rahmat, Merawat Kerukunan Umat, dan Menebar Kebaikan Zakat dan Wakaf” di Masjid Al Akbar Surabaya, Jumat (28/11).
Acara yang menjadi bagian dari rangkaian The Wonder of Harmony ini dihadiri puluhan ribu jamaah dan turut disiarkan ke seluruh Indonesia melalui kanal daring.
Sebelum rangkaian sholawat dimulai, Kementerian Agama menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi keluarga korban bencana yang terjadi beberapa waktu lalu.
Bantuan ini dihimpun secara gotong royong oleh jajaran Kemenag mulai dari tingkat pusat hingga daerah, dengan dukungan banyak pihak. Total dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp1,3 miliar dan sebagian telah mulai disalurkan.
Pada kesempatan tersebut, diserahkan secara simbolis bantuan kepada 10 keluarga korban meninggal dunia, masing-masing sebesar Rp10 juta.
Selain itu, Dharma Wanita Persatuan Pusat Kemenag RI turut menyalurkan bantuan sebesar Rp295 juta untuk keluarga korban musibah di Pondok Pesantren Al-Khozini.
Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf. Hadir pula perwakilan pemerintah daerah, pimpinan lembaga zakat dan wakaf, tokoh agama, dan ASN Kementerian Agama. Kegiatan berlangsung hikmat dan penuh antusiasme jamaah.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar tidak dapat hadir secara langsung dan menyampaikan sambutan melalui video. Ia menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan ruang spiritual dan kebangsaan yang menguatkan nilai solidaritas sosial melalui zakat dan wakaf.
“Melalui zakat dan wakaf, umat Islam diajak mensyukuri anugerah Allah sekaligus menebar kepedulian, solidaritas, dan semangat gotong royong untuk memperkuat kesejahteraan dan harmoni sosial,” kata Menag dalam sambutan video.
Direktur Jenderal Bimas Islam, Abu Rokhmad menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum memperkuat peran masyarakat dalam ekosistem pengelolaan zakat dan wakaf.
“Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran umat, memperkuat kerukunan, sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembinaan dan pengawasan agar pengelolaan zakat dan wakaf semakin transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf, Waryono Abdul Ghafur, menegaskan bahwa pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 tentang Wakaf, sebagai bagian dari kebijakan Kementerian Agama untuk memperluas kemaslahatan dan dampak sosial zakat dan wakaf bagi masyarakat.
Rangkaian ditutup dengan doa untuk keselamatan bangsa. Agenda berikutnya, Walk for Harmony, akan digelar pada Minggu (30/11) di lokasi yang sama dan diperkirakan diikuti lebih dari 30.000 peserta. (Z-1)
Kemenag prediksi awal Ramadan 1447 H jatuh 19 Februari 2026 berdasarkan hisab dan rukyat, menghormati penetapan Muhammadiyah 18 Februari.
Kemenag akan menggelar sidang isbat awal Ramadan 1447 H pada 17 Februari 2026 dengan pemantauan hilal di 96 titik rukyatul hilal yang tersebar di seluruh Indonesia.
Seluruh aktivitas dakwah Ramadan berada dalam koridor pembinaan dan pemantauan agar sejalan dengan nilai keislaman yang damai dan inklusif.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) menegaskan komitmennya untuk memenuhi hak tunjangan profesi guru (TPG) bagi guru yang telah lulus Pendidikan Profesi Guru (PPG) tahun 2025.
SIMULASI Al-Qur’an bahasa isyarat Indonesia menarik perhatian pengunjung Paviliun Indonesia pada ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 di Kairo, Mesir.
Terkait rekrutmen guru non-ASN, Kamaruddin menekankan pentingnya koordinasi sejak awal dalam proses pengangkatan guru madrasah swasta maupun guru agama di sekolah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved