Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pengembangan pemikiran keagamaan modern yakni kerukunan dan ekoteologi. Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menyebut Indonesia menjadi sorotan global tidak hanya sebab adab dan keramahan, tetapi lebih dalam lagi pada cara bangsa Indonesia merawat kerukunan sebagai ekspresi iman dan keyakinan untuk hidup bersama.
“Indonesia adalah rumah masa depan bagi kerukunan global. Rumah yang dibangun bukan dengan bata dan semen tetapi dengan kepercayaan, penghargaan, dan pengakuan atas martabat manusia sebagai ciptaan Tuhan,” ungkap Menag dalam Dialog Kerukunan Lintas Agama di Jakarta (6/12).
Menag menegaskan masa depan umat manusia tidak bisa dibangun dengan kompetisi yang membinasakan atau supremasi yang memecah. Masa depan itu hanya mungkin terjadi jika ditenun di atas pondasi kerukunan, baik kerukunan dalam internal komunitas agama, kerukunan antara umat beragama, kerukunan antara umat beragama dan pemerintah.
Kendati demikian, kerukunan tidak lantas dipahami sebagai hanya antarmanusia. Dari situlah konsep ekotelogi muncul.
“Kita diajarkan juga bahwa segala yang dapat lahiriah meski ditopang oleh kesadaran batin. Maka kerukunan sejati tidak hanya horizontal tetapi juga vertikal dengan semesta ciptaan Tuhan. Inilah panggilan zaman. Membangun kembali generasi relasi spiritual dengan alam. Disinilah pentingnya kita mengembangkan terus-menerus apa yang disebut ekoteologi atau teologi ekologis,” tegasnya.
Menag menekankan ekoteologi sebagai kesadaran bahwa bumi bukan hanya tempat tinggal, tetapi amanah. Oleh sebab itu, melukai bumi, merusak air dan udara, membakari hutan, sejatinya adalah bentuk pengkhianatan terhadap peran manusia sebagai khalifah.
Dialog Kerukunan Lintas Agama yang diselenggarakan oleh Kemenag melalui Pusat Kerukunan Umat Beragama bekerja sama dengan Muslim World League itu menarik perhatian luas karena mengangkat tema ekoteologi yang semakin relevan di tengah meningkatnya bencana di dunia, termasuk musibah yang kini melanda Sumatra.
Sekjen Muslim World League Syeikh Mohammed bin Abdulkarim Al Issa turut menyampaikan pandangan yang sejalan. Ia menjelaskan bahwa forum semacam ini sangat jarang diselenggarakan, bahkan di tingkat internasional. Syeikh Isa menekankan bahwa kerusakan lingkungan akan dirasakan oleh seluruh umat beragama tanpa membedakan keyakinan. (M-3)
Menag Nasaruddin Umar mengajak umat Katolik dan Kristen untuk menjadikan perayaan Natal sebagai momentum untuk mendalami pesan Natal, sekaligus memperkuat kerukunan antar-umat beragama.
BUPATI Mimika, Johannes Rettob, menerima piagam penghargaan Indeks Harmoni Indonesia (IHAI) Tahun 2025 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf , Ditjen Bimas Islam, Kemenag RI menggelar Walk for Harmony bertajuk “Merawat Kerukunan dan Mensejahterakan Umat” di Masjid Al-Akbar Surabaya.
KABUPATEN Mimika mencatat sejarah baru dalam upaya merawat kerukunan umat beragama. Pemda dan FKUB Kabupaten Mimika meraih penghargaan Harmony Award 2025
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kekuatan Indonesia bertumpu pada kerukunan yang terus dipelihara di tengah masyarakat.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno menyatakan, capaian tersebut mencerminkan arah kebijakan pendidikan Islam yang semakin kompetitif dan adaptif.
INTERFAITH Harmony Camp 2025 ditutup dengan prosesi penanaman pohon dan pembacaan deklarasi bersama lintas agama dan organisasi kepemudaan.
Ekoteologi bukan sekadar konsep akademik, melainkan kerangka berpikir yang menghubungkan manusia, alam, dan Tuhan.
KETUA MUI Bidang Infokom KH Masduki Baidlowi menyebut konsep ekoteologi adalah pemahaman bahwa manusia dan lingkungan memiliki hak yang sama
Simak wawancara jurnalis Media Indonesia Sitria Hamid dan Ficky Ramadhan dengan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar berikut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved