Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKTIVITAS belajar mengajar di sejumlah sekolah di Kabupaten Kepulauan Talaud, Rabu (30/7) diliburkan menyusul peringatan dini tsunami yang dipicu gempa dahsyat bermagnitudo 8,8 di pesisir timur Kamchatka, Rusia, pagi tadi.
Langkah cepat tersebut diambil oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Talaud sebagai bentuk kewaspadaan. Kepala BPBD Talaud, Ordik Rampah, menyampaikan bahwa kebijakan ini diambil untuk menghindari kepanikan serta memastikan keselamatan anak-anak yang berada di wilayah pesisir.
"Langsung kami informasikan dan keluarkan surat edaran peringatan dini. Anak-anak sekolah kami liburkan, apalagi masyarakat di sini sudah cukup terbiasa dengan situasi seperti ini, jadi tidak terlalu panil," ujar Ordik.
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), merilis gempa terjadi pada pukul 06.24 WIB dengan pusat gempa di koordinat 52,51° LU dan 160,26° BT di kedalaman 18 km, akibat aktivitas subduksi lempeng di Palung Kurile-Kamchatka.
BMKG mengeluarkan peringatan status Waspada untuk potensi tsunami dengan ketinggian gelombang di bawah 0,5 meter, yang bisa berdampak di beberapa wilayah Indonesia bagian timur, termasuk Kepulauan Talaud, Gorontalo, Halmahera Utara, hingga Jayapura.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengingatkan bahwa masyarakat di pesisir harus menjauhi pantai hingga waktu yang ditentukan, dan tidak tergoda untuk kembali ke pantai sebelum benar-benar aman.
“Gelombang pertama bukan selalu yang terbesar. Durasi tsunami lintas samudra bisa berlangsung hingga 3 jam,” tegas Daryono.
Deputi Basarnas, Ribut Eko Sulistyo, menyatakan bahwa pihaknya sudah mengarahkan peningkatan kesiapsiagaan di kantor-kantor SAR di lima provinsi terdampak: Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat.
Kepala BPBD Sulawesi Utara, Adolf Tamengkel, mengatakan bahwa koordinasi lintas sektor dilakukan sejak dini. Di Talaud, evakuasi ke lokasi aman telah dilakukan bahkan satu jam sebelum gelombang diperkirakan tiba.
Sementara itu, BPBD Gorontalo juga langsung berkoordinasi lintas wilayah sejak menerima rilis BMKG. Kepala BPBD Gorontalo, Bambang Trihandoko, memastikan kesiapan pihaknya, termasuk dengan penyebaran informasi ke seluruh lapisan masyarakat dan ASN.
“Kami pastikan masyarakat sudah mendapatkan informasi yang benar dan siap mengantisipasi. Gubernur juga telah mengeluarkan imbauan resmi,” kata Bambang.
Kepala Badan Pusat Informasi dan Komunikasi Bencana BNPB, Abdul Muhari, mengingatkan masyarakat agar tidak meremehkan potensi tsunami meskipun ketinggiannya tergolong kecil. Ia mencontohkan tsunami Jepang 2011 yang menyebabkan korban jiwa di Papua akibat amplifikasi gelombang di wilayah teluk.
“Kita tidak boleh lengah. Untuk keselamatan, semua daerah pantai yang masuk ETA (estimated time of arrival/estimasi waktu tiba) harus dikosongkan sementara waktu,” tegasnya.
Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan hanya mengakses informasi resmi dari BMKG dan BNPB. (LN/E-4)
LEBIH dari 356.000 warga Jepang diperintahkan untuk melakukan evakuasi setelah gempa dahsyat berkekuatan magnitudo 8,8 mengguncang Semenanjung Kamchatka di Rusia.
GEMPA bumi yang terjadi di Kamchatka, Rusia sebesar Magnitudo 8,7 dapat meminimalisir jumlah korban didukung karena sistem peringatan dini yang sangat baik.
HASIL monitoring yang telah dilakukan BMKG terkait dengan perjalanan tsunami dari sumbernya di Kamchatka, Rusia hingga menyebar ke Pasaran Pasifik sudah tercatat di beberapa lokasi, poin,
Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Abdul Muhari meminta masyarakat untuk tidak meremehkan tsunami 50 cm akibat gempa Rusia karena tetap bisa membunuh.
SELURUH pekerja di fasilitas pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi di timur laut Jepang dievakuasi pada Rabu (30/7) setelah gempa bumi kuat bermagnitudo 8,8.
Getaran gempa M4,2 memang cukup besar di beberapa wilayah. Namun, sampai saat ini dilaporkan belum ada dampak kerusakan akibat gempa.
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
KABUPATEN Sukabumi, Jawa Barat, diguncang gempa tektonik bermagnitudo 5,4, Jumat (13/3) sekitar pukul 02.18 WIB.
Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif di wilayah tersebut.
KABUPATEN Sukabumi, Jawa Barat, diguncang gempa tektonik bermagnitudo 3,2, Selasa (24/2). Namun, dilaporkan tidak ada dampak kerusakan akibat peristiwa tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved