Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN hektare lahan gambut sekitar Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, yang terpanggang hebat semenjak Minggu (20/7) hingga Jumat (25/7), masih membara dan mengepulkan asap tebal ke udara.
Dengan segala keterbatasan, antara lain sumber daya peralatan dan sumber air, ratusan personel yang tergabung dalam Tim Satgas Karhutla, hingga Jumat petang, berselimut asap tebal masih berjibaku melakukan pemadaman dan melokalisir areal yang terbakar agar tidak meluas.
Selain terkendala sumber air, sulitnya pemadaman yang sudah memasuki hari keenam hingga Jumat ini, disebabkan lidah api yang hendak dipadamkan merambat di bawah gambut yang berkedalaman bervariasi, berkisar pada 3-10 meter.
Belum ada informasi resmi dari Tim Satgas Karhutla Jambi mengenai luasan areal terbakar hingga Jumat petang. Namun dari informasi yang dihimpun Media Indonesia, berkat kerja keras tim satgas, luas lahan gambut yang terbakar masih berkisar sekitar 265 hektare.
Sementara Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Sudirman, membenarkan kebakaran lahan gambut di Desa gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Muaro Jambi, masih dalam proses pemadaman.
Dikatakan Sudirman, seandainya pemadaman melalui jalur darat tidak lagi efektif, idealnya dilakukan dengan water bombing. Namun permberdayaan helikopter untuk water bombing yang berbiaya besar itu adalah kewenangan dari pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Informasinya sudah diusulkan,” ujar Sudirman seraya berharap bantuan pesawat water bombing dikabulkan BNPB dan segera datang untuk membantu pemadaman karhutla di lahan gambut di Jambi. (SL/E-4)
KENDATI sebagian wilayah Jambi tiga hari terakhir hingga Minggu (3/8), Jambi kerap diguyur hujan lebat, Tim Satgas Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) Provinsi Jambi.
KEBAKARAN hutan dan lahan (karhutla) di Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Jambi, mendapat perhatian dari Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq.
Kebakaran lahan yang tercatat seluas 421,77 hektare pada 26 Juli 2025 itu, terjadi di lahan mineral lahan gambut.
Kedua unit pesawat water bombing tersebut merupakan bantuan dari BNPB yang mendarat di Kota Jambi Sabtu (26/7) kemarin.
JAJARAN Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jambi bersama Satuan Reserse Kriminal Polres Muara Jambi, membidik pemilik lahan di Desa Gambut Jaya yang terpanggang sepekan terakhir ini.
BPBD Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kebakaran lahan gambut di lokasi tersebut seluas 0,48 hektare.
Lokasi rawan kebakaran gambut sebenarnya bisa diidentifikasi lebih awal. Tapi dana daerah baru bisa digunakan setelah bencana terjadi, bukan untuk antisipasi. Itu problem utamanya.
Perkebunan monokultur skala besar di area konsesi korporasi masih menjadi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini.
Pantau Gambut mengatakan kondisi 2025 masih menunjukkan pola rawan karhutla, terutama di tengah puncak musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga Oktober.
YAYASAN Madani Berkelanjutan mencatat bahwa hingga Agustus 2025 terdapat sekitar 218 ribu hektare area indikatif lahan gambut terbakar.
Kebakaran lahan yang tercatat seluas 421,77 hektare pada 26 Juli 2025 itu, terjadi di lahan mineral lahan gambut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved