Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan lima unit helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Penambahan armada ini diumumkan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam kunjungannya ke Lanud Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Senin (21/7).
“Helikopter kami tambahkan, baik untuk patroli maupun water bombing. Kemarin satu heli sudah tiba dan langsung beroperasi. Rabu nanti, tiga unit tambahan akan menyusul,” jelas Suharyanto.
Ia menambahkan, langkah ini dilakukan karena operasi modifikasi cuaca belum optimal akibat minimnya awan. Dengan tambahan ini, total lima unit heli water bombing akan aktif dalam beberapa hari ke depan.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Riau, Jim Gafur, menyambut baik langkah BNPB. Menurutnya, saat ini dua helikopter telah tersedia, meskipun satu sedang dalam perawatan dan satu lagi beroperasi di Rokan Hilir. Tiga helikopter tambahan akan memperluas jangkauan pemadaman udara.
“Water bombing sangat vital, terutama di titik-titik karhutla yang sulit dijangkau tim darat. Dengan tambahan ini, sinergi pusat dan daerah dalam penanganan karhutla akan lebih kuat,” kata Jim.
Riau masih menjadi salah satu provinsi dengan risiko karhutla tertinggi di Indonesia, sehingga upaya terpadu dan cepat sangat dibutuhkan untuk menekan penyebaran api.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau hingga pekan pertama Februari 2026 masih meluas, terutama di beberapa wilayah terparah.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap ketiga di Provinsi Riau untuk upaya preventif memperpanjang masa tanggap darurat karhutla
Wapres RI Gibran Rakabuming Raka menyampaikan apresiasi penanganan karhutla di Riau. Ia menyampaikan pengetatan pembukaan lahan
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyegel dan menghentikan operasional perusahaan terkait karhutla di Riau
OPERASI Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk pemadaman karhutla di Provinsi Riau telah berhasil menurunkan hujan
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Operasi tersebut diarahkan pada titik-titik krusial pertumbuhan awan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menilai bahwa OMC yang dilakukan di Indonesia merupakan upaya mitigasi bencana yang terukur dan berbasis sains.
BMKG menjelaskan, teknik penyemaian awan dalam OMC tidak menciptakan awan baru, melainkan hanya memicu proses alami pada awan yang sudah jenuh.
Menurut dia, pada sorti pertama dilaksanakan pada pagi hari dengan penyemaian awan dilakukan di wilayah overhead perairan utara Jakarta pada ketinggian 8.000-12.000 kaki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved