Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
OPERASI Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Provinsi Riau telah berhasil menurunkan hujan pada beberapa sasaran wilayah penyemaian garam. OMC Karhutla Riau digelar selama sepekan dari 21 hingga 27 Juli dengan persediaan garam sebanyak 15 ton.
Saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga melakukan penambahan 1 pesawat Cessna Caravan sehingga menjadi sebanyak 2 pesawat Cessna untuk melakukan penyemaian garam OMC.
"Ada tambahan armada 1 pesawat Cessna Caravan lagi dari BNPB sehingga total ada 2 pesawat yang digunakan OMC. Pada Selasa (22/7), dilakukan penyemaian awan di sekitar Rohil (Rokan Hilir), Bengkalis, Dumai dan sekitar Area Pekanbaru," kata Supervisor OMC Karhutla Riau Ibnu Athoilla kepada Media Indonesia, Rabu (23/7).
Dijelaskannya, penyemaian garam pada awan hujan dilakukan sebanyak 6 sorti penerbangan oesawat. "Jumlah sorti penerbangan 6 sorti pesawat dengan rincian 4 sorti menggunakan pesawat dengan registrasi PK SNL dan 2 sorti dengan registrasi PK-DPI," jelasnya.
"Area penyemain dilakukan di Rohil, Bengkalis, Dumai, Siak, Pekanbaru, Pelalawan, Kepulauan Meranti dengan menghabiskan bahan semai sebanyak 6 ton," tambahnya.
Berdasarkan informasi dan pantauan alat penakar hujan, sambung dia, radar dan satelit diketahui OMC Karhutla telah berhasil menurunkan hujan pada sejumlah daerah di Riau. Termasuk pada sejumlah wilayah sasaran penyemaian garam.
"Berdasarkan pantauan alat penakar hujan otomatis BMKG sampai sore hari tercatat hujan di daerah Siak, Kuantan Singingi, dan Bengkalis. Sementara dari radar dan satelit terpantau hujan di sekitar area-area penyemaian," jelas Ibnu.
Ia mengungkapkan, dari analisa saat ini arah angin masih dominan di Tenggara dan Selatan. Selain itu, ia menyebut ada peningkatan awan hujan pada dua hari yang akan datang.
"Untuk arah angin dominan saat ini masih Tenggara dan Selatan, dengan Potensi Awan hujan di Riau saat ini dalam kategori sedang hingga tinggi. Namun kecenderungan menurun pada esok hari dan mulai ada peningkatan potensi awan hujan tersebut di lusa mendatang," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Kabalai Dalkarhut) Sumatra Ferdian Krisnanto mengatakan tim pemadam darat dibantu tim pemadam udara melalui helikopter waterbombing dan OMC terus berjibaku menangani Karhutla di wilayah Riau, dan Sumatra Barat. Pemadaman Karhutla di Kabupaten Rokan Hilir, Riau, masih berfokus untuk memadamkan kepala api.
"Untuk Kabupaten Rokan Hilir, kalau personel saya total 140 orang. Tapi ada juga dari TNI, Polri, BPBD, dinas lain dan RPK perusahaan yang bersama pemadaman," jelasnya.
Selain di Riau, kata Ferdian, upaya pemadaman Karhutla juga tengah dilakukan di Provinsi lainnya di Sumatra seperti Sumatra Barat dan Jambi.
"Saya menggerakkan juga 2 regu dari Kota Jambi dan Muara Tebo sudah 3 hari ini beroperasi di Sumatra Barat yakni di Solok dan di Harau," pungkasnya. (H-4)
BMKG deteksi 228 titik panas di Riau, sebagian besar di Bengkalis, menandakan potensi karhutla yang membahayakan lingkungan dan kesehatan masyarakat. BPBD Riau siaga darurat.
Bantuan tersebut akan diajukan ke pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
BMKG Stasiun Pekanbaru mendeteksi lonjakan signifikan titik panas di Provinsi Riau. Hingga Kamis pukul 07.00 WIB, jumlah hotspot tercatat mencapai 160 titik
Manggala Agni Daops Sumatera V/Dumai bersama TNI, Polisi, BPBD Kota Dumai, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) hingga saat ini masih berupaya keras memadamkan karhutla seluas 2 hektare di Riau.
LUAS kebakaran lahan di Kota Pekanbaru dari 1 Januari hingga 29 Januari 2026 nyaris mencapai sembilan hektare (ha), tepatnya mencapai 8,51 ha.
Titik panas atau hotspot yang diduga adanya kebakaran hutan dan lahan (kahutla) bertebaran di sejumlah titik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) sejak sepekan.
LUAS kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau hingga pekan pertama Februari 2026 masih meluas, terutama di beberapa wilayah terparah.
BMKG melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tahap ketiga di Provinsi Riau untuk upaya preventif memperpanjang masa tanggap darurat karhutla
Wapres RI Gibran Rakabuming Raka menyampaikan apresiasi penanganan karhutla di Riau. Ia menyampaikan pengetatan pembukaan lahan
Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyegel dan menghentikan operasional perusahaan terkait karhutla di Riau
BNPB mengerahkan lima unit helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved