Headline
Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.
Kumpulan Berita DPR RI
LUAS kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Riau hingga pekan pertama Februari 2026 masih meluas, terutama di beberapa wilayah terparah. Titik api terbanyak tercatat di Kabupaten Bengkalis, disusul Indragiri Hilir, Pelalawan, dan Dumai.
"Terbanyak Karhutla di Bengkalis," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebaran (BPBD dan Damkar) Provinsi Riau, M Edy Afrizal, Kamis (5/2).
Selain daerah-daerah tersebut, Karhutla juga terjadi di Pekanbaru, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Indragiri Hulu, dan Kuantan Singingi. Sementara Rokan Hulu dan Rokan Hilir dilaporkan masih nihil.
| Wilayah | Luas Lahan (ha) |
| Kabupaten Bengkalis | 37,51 |
| Indragiri Hilir (Inhil) | 22,00 |
| Pelalawan | 21,00 |
| Dumai | 12,50 |
| Pekanbaru | 8,00 |
| Kepulauan Meranti | 7,00 |
| Siak | 7,00 |
| Kampar | 7,00 |
| Indragiri Hulu (Inhu) | 1,00 |
| Kuantan Singingi (Kuansing) | 1,00 |
| TOTAL | 125,01 |
Sejauh ini, tim gabungan pemadam Karhutla masih berjibaku melakukan pemadaman di beberapa lokasi. Di Kabupaten Pelalawan, BPBD setempat kembali menambah personel untuk memperkuat tim gabungan yang sebelumnya sudah melakukan pemadaman titik api di daerah Kuala Kampar.
"BPBD Pelalawan menambah personilnya membantu pemadaman ke lokasi titik api. Saat ini masih proses pemadaman," jelasnya.
Di Indragiri Hilir, meski api sudah berhasil dipadamkan, asap masih mengepul di beberapa titik. Personel tetap bersiaga di lokasi, menyemprotkan air untuk mencegah kebakaran kembali muncul.
"Tim pemadam masih di lapangan. Memang dilaporkan api sudah padam di Inhil, tapi masih berasap," ujar Edy.
Sementara itu, Karhutla di Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, yang sebelumnya sempat membara, kini telah berhasil dipadamkan.
"Saat ini proses pendinginan masih dilakukan. Apinya sudah padam," pungkasnya. (RK/I-1)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved