Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN ringan-sedang berpeluang mengguyur 16 daerah di Jawa Tengah Jumat (20/6), gelombang tinggi mencapai 4 meter di perairan selatan dan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah masih berlanjut.
Meskipun tidak berpotensi cuaca ekstrem, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan ancaman bencana di sejumlah daerah di Jawa Tengah masih cukup tinggi karena hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur belasan daerah di Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah.
Kondisi cuaca di perairan juga belum membaik, ketinggian gelombang di perairan selatan mencapai 1,25-4 meter dan di perairan utara 0,5-1,25 meter cukup berisiko pada kegiatan pelayaran, bahkan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung dengan ketinggian 1,1 meter pada pukul 13.00-17.00 WIB.
"Diminta warga beraktivitas di laut dan pesisir untuk tetap mewaspadai gelombang tinggi di perairan selatan dan rob di perairan utara," kata Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang Shafira Tsanyfadhila Jumat (20/6).
Tingginya gelombang di perairan selatan, lanjut Shafira Tsanyfadhila, cukup berisiko terhadap kegiatan pelayaran seperti nelayan, tongkang, kapal angkut barang dan penumpang, sedangkan air laut pasang di perairan utara berdampak banjir rob di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Kendal, Semarang, Demak dan Pati.
Prakiraan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Farita Rachmawati Jumat (20/6) mengatakan meskipun tidak berpotensi terjadi cuaca ekstrem namun hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur 16 daerah di Jawa Tengah, sehingga warga berada di daerah tersebut terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi untuk waspada.
Cuaca pada pagi cerah dan berawan, ungkap Farita Rachmawati, namun hujan ringan sudah mengguyur sejumlah daerah di Jawa Tengah bagian timur, kemudian memasuki siang, sore hingga awal malam hujan ringan-sedang berpeluang mengguyur 16 daerah di Pantura dan Jawa Tengah bagian tengah.
Menurut Farita Rachmawati daerah di Jawa Tengah berpeluang diguyur hujan ringan-sedang yakni Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Temanggung, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Bumiayu dan Majenang. "Angin dari timur ke selatan berkecepatan 5-25 kilometer per jam, suhu 19-33 derajat celcius dan kelembaban udara 60-95 persen," tambahnya.(H-2)
Senin (19/1) banjir di Kota Pekalongan meluas dari sebelumnya melanda 2 Kecamatan, kini telah merendam ribuanvrunah di 5 kecamatan yakni Wiradesa, Tirto, Sragi, Siwalan, dan Wonokerto.
BMKG memperingatkan potensi cuaca ekstrem di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan, seiring masih signifikannya pengaruh dinamika atmosfer global.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) selama sepekan ke depan.
Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari telah menyebabkan banyaknya bencana longsor, banjir, pohon tumbang.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Di perairan utara Jawa Tengah masih berlangsung banjir rob, sementara itu gelombang tinggi 1,25-2,5 meter juga terjadi di perairan Karimunjawa akibat cuaca ekstrem.
Air laut pasang (rob) juga masih berlangsung di perairan utara, sehingga berdampak banjir di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah.
FENOMENA bulan purnama (supermoon) Rabu (5/11) malam berpotensi menimbulkan air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah.
Cuaca ekstrem masih berpotensi di 26 daerah di Jawa Tengah Selasa (4/11), air laut pasang (rob) menurun dan baru akan kembali terjadi Kamis (6/11).
Air laut pasang (rob) di perairan utara Jawa Tengah cukup tinggi mencapai 1,1 meter, juga berdurasi lebih panjang yakni pada pukul 01.00-06.00 WIB.
Banyak kendaraan mati mesin (mogok) akibat banjir dengan ketinggian 20-60 centimeter masih merendam di Jalan Kaligawe Raya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved