Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR di Grobogan semakin meninggi hingga mencapai diatas 1 meter dan meluas akibat tanggul jebol bertambah, sebanyak 110 keluarga dievakuasi dan diungsikan ke tempat aman karena rumah mereka telah terendam banjir.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (18/6) berawal dari jebolnya satu tanggul di Sungai Buangan 1 (KB-1) di Desa Rowosari, Kecamatan Gubug, kemudian menyusul tanggul Sungai Renggong jebol, banjir di Kabupaten Grobogan semakin meninggi dan meluas merendam sejumlah desa di Kecamatan Gubug dan Tegowanu dengan ketinggian capai 1 meter.
Sejumlah alat berat sajah satunya milik BBWS Pemali Juana dikerahkan untuk menutup tanggul jebol hingga puluhan meter di sungai tersebut dan sejumlah mesin pompa air dikerahkan untuk mengurangi genangan banjir hingga jelang sore belum mampu mengatasi, sebanyak 110 keluarga merupakan warga Desa Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu diungsikan.
"Air sangat cepat meningkat dan masuk ke dalam rumah, pada pagi hanya sekitar 10-20 centimeter di jalan desa tetapi Tengah siang sudah capai satu meter," kata Prayitno,50, seorang warga Desa Tanggirejo, Kecamatan Tegowanu, Grobogan.
Hal serupa juga diungkapkan Ratmi,45, warga lain yang ikut mengungsi di masjid bahwa banjir akibat jebolnya tanggul sungai itu awalnya hanya merendam sawah, namun beberapa hanya beberapa jam langsung masuk ke desa dan merendam rumah warga. "Kami kaget, orang tua dan anak-anak langsung dijemput petugas untuk mengungsi," imbuhnya.
Kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Grobogan Wahyu Tri Darmawanto mengatakan banjir terjadi akibat jebolnya tanggul sungai, setelah hujan lebat mengguyur daerah ini sejak Selasa (17/6) malam, sehingga diturunkan petugas untuk melakukan penanganan termasuk mengevakuasi warga.
"Sudah ada 110 keluarga kita evakuasi ke tempat aman, diperkirakan jumlah itu akan semakin bertambah karena belum ada tanda-tanda surut dan dikhawatirkan semakin meninggi," ujar Wahyu Tri Darmawanto.
Mengatasi banjir yang semakin meningkat, menurut Wahyu Tri Darmawanto, telah berkoordinasi dengan instansi terkait termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana, sehingga selain dikerahkan alat berat untuk melakukan penambalan darurat dengan menggunakan karung plastik berisi pasir juga pemompaan genangan banjir
Diharapkan langkah ini akan dapat mengatasi banjir ini, demikian Wahyu Tri Darmawanto, namun untuk mengatasi kedaruratan diperkirakan tidak dapat dengan cepat karena air terus menggelontor cukup besar dari tanggul yang jebol itu. "Saya pastikan seluruh logistik untuk memenuhi kebutuhan korban banjir saat ini terpenuhi," tambahnya. (H-2)
AKIBAT diguyur hujan lebat pada Minggu (4/1) malam, banjir dengan ketinggian 10-80 sentimeter merendam sejumlah desa di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Senin (5/1).
BANJIR di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, yang semakin luas dan meninggi merendam 2.263 rumah dan 285 hektare sawah di 28 desa di 14 kecamatan.
Hingga Rabu, (21/5) para korban banjir Grobogan telah lima hari menginap di pengungsian. Mereka mengungsi di Gedung Olahraga (GOR) GOR Tanggirejo.
Warga korban banjir mulai terserang sejumlah penyakit seperti demam, diare, gatal-gatal, batuk, pilek dan flu akibat terlalu lama berkubang dengan air.
PENANGANAN bencana banjir di Kabupaten Demak dan Grobogan masih terus dilakukan.
Dalam operasi ini, TNK mengamankan enam unit alat berat yang juga diduga digunakan untuk kegiatan galian C ilegal.
Sebanyak 7 unit alat berat jenis ekskavator diamankan dari lokasi terpisah didalam kawasan Taman Nasional Kutai, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
USAI banjir bandang pada 28 November 2025 lalu, seluruh OPD di Pemkot Padang, Sumatra Barat, membantu warga terdampak.
Kebutuhan paling mendesak saat ini adalah penambahan alat berat untuk mempercepat proses pencarian korban dan pembersihan material galodo,
Pelepasan bantuan kemanusiaan tahap III tersebut dilakukan di Mapolda Riau di Pekanbaru, Kamis (4/12).
Selain alat berat, sektor penerangan darurat juga menjadi perhatian serius. Menurutnya, kebutuhan genset masih sangat mendesak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved