Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 11 Kepala Desa, serta tokoh masyarakat dari Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, LSM Barakat dan akademisi dari Universitas Sanata Dharma, DI Yogyakarta, melakukan diskusi bersama Gubernur dan DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur. Agenda tersebut bertujuan mendorong Muro, tradisi konservasi laut lokal yang merawat blue carbon asli Lembata sehingga bisa memberi dampak luas secara regional.
Delegasi membawa serta naskah akademik dan rancangan perda tentang Konservasi laut Muro, di Lembata. Naskah akademik tersebut di susun oleh Yoseph Yapi Taum, Novita Dewi, Ipraptomo Baryadi, dari LPPM Universitas Sanata Dharma DIY sebagai landasan pembuatan peraturan daerah (perda).
Yoseph Yapi Taum menjelaskan 97% bencana disebabkan karena perubahan iklim yang tidak terkendali. Sekarang menurutnya yang terjadi bukan lagi pemanasan global tetapi pendidihan global. Oleh karena itu, pembuatan perda untuk menjaga lingkungan sudah sangat mendesak.
"Nama Perda akan berubah. Perda ini sangat mendesak karena menjadi strategi masyarakat merawat lingkungan dan menjaga ketahanan pangan. Sekarang bencana disebabkan karena perubahan iklim yang tidak terkendali. Sekarang bukan lagi pemanasan global tetapi pendidihan global. Jadi harap perda lain dikesampingkan dulu," ujar Profesor Yoseph Yapi Taum.
Profesor asal Lembata ini menjelaskan, Muro kearifan lokal masyarakat Ile Ape bertujuan menjaga terumbu karang, hutan mangrove, dan lamun. Itu yang disebut blue carbon, yang memiliki kemampuan menyerap karbondioksida dari atmosfer jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hutan lainnya.
"Blue carbon ini sangat penting dalam upaya mitigasi perubahan iklim karena kemampuannya dalam menyerap dan menyimpan karbon, sehingga membantu mengurangi kadar CO2 di atmosfer dan dengan demikian membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut dan mengurangi dampak perubahan iklim secara global. Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan ekosistem blue carbon seperti terumbu karang, hutan mangrove, dan lamun sangat penting untuk keberlanjutan lingkungan dan mitigasi perubahan iklim," ungkap Profesor Yapi Taum.
Ia berharap, Perda berbasis kearifan lokal Muro ini dapat segera menjadi perda inisiatif DPRD Provinsi NTT. (E-3)
PENELITIAN ilmiah terbaru menunjukkan bahwa rumput laut memiliki kemampuan menyerap karbon dioksida (CO2) jauh lebih cepat dibandingkan hutan daratan.
Rayakan Malam Tahun Baru di Karbon Bandung dengan rooftop dinner premium, live music, countdown di ketinggian, dan suasana pesta yang berkesan.
Dana dari hasil penjualan karbon akan digunakan untuk membangun lebih banyak pembangkit listrik hijau.
Hotel Indigo Bandung Dago Pakar, bagian dari koleksi Luxury & Lifestyle IHG Hotels & Resorts, dengan bangga merayakan ulang tahun pertamanya.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis perusahaan dalam memperluas jangkauan layanan testing, inspection, certification, and consulting (TICC) di wilayah baru.
Sektor bangunan di Indonesia, saat ini, menyumbang 33% emisi gas rumah kaca, dengan penggunaan pendingin sebagai salah satu penyumbang terbesar.
Menag juga mencontohkan perilaku ramah lingkungan dalam ibadah, seperti anjuran Nabi SAW untuk berhemat air saat berwudu.
Baterai kertas umumnya menggunakan substrat berbasis selulosa, yakni kertas, sebagai struktur utama yang digabung dengan material elektroda dan elektrolit yang aman serta mudah terurai.
Anggota DPR RI Komisi VII Novita Hardini menegaskan bahwa upaya penurunan emisi gas rumah kaca dapat dimulai dari langkah yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Peserta diajak meningkatkan kesadaran untuk menjaga kelestarian Bumi dari ancaman seperti polusi, perubahan iklim, dan menurunnya kualitas sumber daya alam.
Selain memberikan dampak lingkungan dan sosial, inovas ini menghasilkan dampak ekonomi signifikan dan terukur bagi masyarakat Desa Kedungturi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved