Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Stasiun Meteorologi Maritim Natuna mengeluarkan peringatan dini terkait cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Berdasarkan prakiraan cuaca yang dirilis untuk periode 30 Mei hingga 2 Juni 2025, wilayah Kepri akan mengalami hujan lebat disertai petir dan gelombang tinggi, yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran dan perikanan di daerah tersebut.
BMKG memprediksi bahwa sejumlah wilayah perairan di Kepri, terutama di bagian utara seperti Kepulauan Natuna dan Anambas, akan dilanda hujan petir disertai gelombang laut dengan ketinggian mencapai 0,5 hingga 1,2 meter. Kecepatan angin yang diperkirakan akan mencapai antara 6 hingga 15 knot, dengan arah angin yang bervariasi dari timur laut, utara, hingga barat daya.
Alfi Fauzi, Prakirawan BMKG Kepulauan Riau, perairan Kepulauan Batam, mengatakan Bintan, dan Karimun di bagian selatan Kepri juga diperkirakan akan terkena dampak cuaca buruk, dengan hujan ringan hingga sedang, serta potensi gelombang laut setinggi 0,3 hingga 1,1 meter. Kondisi ini akan berisiko tinggi bagi kapal dan nelayan yang sedang beraktivitas di laut.
BMKG mengimbau agar nelayan dan kapal yang berlayar di sekitar perairan Kepri untuk selalu waspada terhadap cuaca buruk yang dapat datang secara mendadak. Hujan lebat dan petir, ditambah dengan angin kencang dan gelombang tinggi, dapat mengganggu kestabilan perahu serta membahayakan keselamatan pelayaran. Nelayan diingatkan untuk menunda aktivitas melaut atau segera kembali ke daratan jika cuaca memburuk.
Untuk pelayaran antar pulau, BMKG juga mengingatkan operator kapal dan pelayaran untuk memprioritaskan keselamatan penumpang dan kapal. Cuaca ekstrem ini dapat memengaruhi navigasi, sehingga penting bagi pihak pelayaran untuk memantau informasi cuaca secara berkala dan memastikan kapal berlayar dengan peralatan yang lengkap dan aman.
"Gelombang laut yang tinggi, dengan ketinggian antara 0,3 hingga 1,2 meter, dapat menciptakan kondisi yang tidak aman bagi aktivitas di laut," kata dia, Jumat (29/5). Kecepatan angin yang diprediksi mencapai 6 hingga 15 knot juga berpotensi memengaruhi kelancaran pelayaran, dengan arah angin yang bervariasi dari timur laut hingga barat daya. BMKG menyarankan agar para nelayan dan pelaut memperhatikan kondisi cuaca dan arah angin untuk menghindari kecelakaan di laut. (H-2)
BNPB menyebur memasuki awal Maret, bencana hidrometeorologi masih mendominasi di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Jawa Timur (Jatim).
BMKG mengingatkan nelayan agar selalu memperhatikan informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melaut dan tidak memaksakan aktivitas apabila kondisi dinilai berisiko.
KEPALA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Teuku Faisal Fathani, menyampaikan curah hujan pada Maret 2026 dan musim arus mudik Lebaran 2026 masih tergolong tinggi.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Kondisi cuaca di Jawa Tengah masih diguyur hujan ringan-sedang secara merata pada Senin (2/3), bahkan cuaca ekstrem meningkat di 25 daerah.
KONDISI cuaca di sejumlah lokasi di Bali masih belum normal. Selain masih diliputi mendung dan hujan ringan juga berhembus angin cukup kencang hingga menumbangkan pohon.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Batam agar mewaspadai potensi hujan disertai petir yang dapat terjadi pada siang hingga sore hari.
Sebuah tongkang bermuatan kosong, TK KPS 1203, dilaporkan lepas kendali dan kandas di perairan Pulau Raja, Batam, setelah dihantam cuaca ekstrem.
Peringatan tersebut disampaikan oleh Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Anisa S, berdasarkan hasil analisis data pasang surut air laut.
Di Kabupaten Bintan, daerah yang harus meningkatkan kewaspadaan meliputi Teluk Bintan, Telok Sebong, dan Toapaya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved