Headline
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
BANGSA ini punya pengalaman sejarah sangat pahit dan traumatis perihal kekerasan massal, kerusuhan sipil, dan pelanggaran hak asasi manusia
KEPOLISIAN Daerah (Polda) Sulawesi Tengah menyita sebanyak 24 kilogram narkotika jenis sabu. Barang bukti tersebut merupakan hasil penangkapan dari dua lokasi berbeda di Kota Palu. Pengungkapan puluhan barang bukti itu disampaikan dalam Konferensi Pers di Mako Polda Sulteng, Selasa (22/4).
Menurut Kabid Humas Polda Sulteng, Kombes Djoko Wienartono, barang bukti pertama sabu sebanyak 4 kilogram merupakan hasil penangkapan di Kelurahan Watusampu pada 8 April 2025. Kemudian dikembangkan hingga menghasilkan penangkapan sabu seberat 20 Kilogram di jalur TransSulawesi pada Senin (21/4) dini hari.
“Informasi kami terima dari masyarakat, kemudian ditindaklanjuti oleh anggota Subdit 3 Ditresnarkoba," kata Djoko Wienartono didampingi Dirresnarkoba Kombes Pribadi Sembiring.
Menurut Djoko Wienartono, setelah dilakukan pendalaman, Kepolisian berhasil menangkap tersangka pertama berinisial MZ dengan barang bukti sabu seberat 4 kilogram. Dari hasil pemeriksaan terhadap MZ, polisi kemudian menangkap dua tersangka lainnya yakni AM dan RO di wilayah TransPalu-Donggala.
Dari tangan AM dan RO, polisi menyita 20 paket sabu yang dibungkus dalam kemasan teh bertulisan mandarin dengan total seberat 20 kilogram. "Dari keterangan MZ yang merupakan tersangka 4 kilogram sabu. Jajaran Ditresnarkoba Polda Sulteng kembali mengungkap sabu sebanyak 20 kilogram dengan tersangka AM (38) warga Silae Palu dan tersangka RO (45) warga Perumnas Balaroa Palu," urai Kabidhumas.
Sebanyak 20 kilogram sabu tersebut, kata Djoko, berasal dari Malaysia yang akan diedarkan di Kota Palu, atas perintah seorang wanita inisial FT yang saat ini belum tertangkap, kepada AM. Berdasarkan perintah, sebanyak 5 kilogram akan diserahkan di Jalan Moh. Yamin Palu, sedangkan 15 kilogram belum diketahui akan dibawa kemana.
"Selain sabu 20 kilogram, Kepolisian juga menyita 1 unit mobil Mitsubishi Expander, 1 buah hp, 1 lembar karung, dan 2 buah tas untuk menyimpan sabu," sebut Kabidhumas.
Dalam kesempatan itu, Dirresnarkoba Polda Sulteng Kombes Pribadi Sembiring menyebut, pemilik sabu baik yang 4 kilogram maupun 20 kilogram, orangnya sama yaitu AS, yang hingga saat ini masih dalam pencarian. Dia diketahui merupakan warga Palu yang berperan mengendalikan peredaran narkotika sabu lintas negara dari Malaysia ke Indonesia, khususnya di Sulawesi Tengah.
Pribadi Sembiring mengungkap, sesuai pengakuan MZ sabu 4 kilogram yang ditangkap itu merupakan sisa, ada 16 kilogram sabu yang sudah beredar di Sulteng, khususnya di Kota Palu, Poso dan Morowali.
Pribadi Sembiring menyatakan garis pantai di Provinsi Sulawesi Tengah yang sangat panjang menjadi potensi para pemain narkoba untuk menyelundupkan sabu dari Malaysia menuju Provinsi Sulteng dengan menggunakan berbagai moda transportasi laut.
"Upaya pencegahan penyelundupan sabu juga terus kita lakukan, baik bekerjasama dengan BNN maupun dengan Bea Cukai," tandas Pribadi Sembiring.
Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat Pasal 114 Ayat (2), Pasal 112 Ayat (2), dan Pasal 132 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman penjara seumur hidup atau pidana mati serta denda maksimal Rp10 miliar. (E-2)
POLISI berhasil menggagalkan peredaran narkoba berupa hampir setengah ton sabu di tiga daerah di Sumatra Utara (Sumut) dalam waktu delapan bulan.
Diduga pelaku berkomunikasi dengan jaringan pengedar untuk transaksi maupun konsumsi.
Kasubdit 1 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKBP Indra Tarigan, mengatakan penangkapan ini berawal dari informasi masyarakat terkait dugaan adanya transaksi narkotika di lokasi tersebut.
ANGGOTA Komisi III DPR RI, Nasir Djamil mengapresiasi pengungkapan sindikat peredaran narkoba jaringan internasional dengan menyita 516 kg sabu oleh Polda Metro Jaya.
Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa kedua pelaku mengedarkan narkoba ke Medan, Labuhanbatu dan sejumlah daerah lain di Sumatra Utara.
SATUAN Reserse Narkoba Polresta Palu menggagalkan upaya penyelundupan narkoba jenis sabu seberat lebih dari 3 kilo gram di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Selasa (5/8) pukul 18.20 WITA.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved