Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
POTENSI cuaca ekstrem cukup merata terjadi di 33 daerah di Jawa Tengah Senin (30/12) dan gelombang tinggi hingga mencapai 4 meter kembali menjadi ancaman serius di perairan selatan. Warga baik di darat maupun laut diimbau untuk waspada ancaman bencana hidrometeorologi dan resiko buruk di perairan.
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ahmad Yani, Semarang, Senin (30/12) kembali mengeluarkan peringatan dini terjadinya potensi cuaca buruk baik di darat maupun laut di Jawa Tengah, cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan kilatan petir berpotensi di cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Pantura, Jawa Tengah bagian barat, timur, Pesisir Selatan hingga Solo Raya.
Selain itu gelombang tinggi di perairan selatan Jawa Tengah juga patut untuk diwaspadai oleh warga beraktivitas di laut maupun pesisir karena ketinggian dapat mencapai 4 meter, karena cukup berisiko terhadap kegiatan pelayaran seperti kapal nelayan, tongkang maupun kapal barang.
"Tidak hanya gelombang tinggi mencapai 4 meter, tetapi potensi banjir air laut pasang (rob) juga mengancam sejumlah daerah di pesisir selatan Jawa Tengah hingga Selasa (31/12)," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap Feriharti Nugrohowati.
Potensi gelombang tinggi ini, menurut Feriharti Nugrohowati, dipicu oleh keberadaan bibit siklon tropis 98S di Samudra Hindia, sebelah barat Bengkulu. Bibit siklon tersebut meningkatkan kecepatan angin, yang turut memicu gelombang tinggi, terutama di wilayah selatan Jawa Tengah, seperti Cilacap, Kebumen, dan Purworejo.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Farita Rachmawati secara terpisah mengatakan cuaca ekstrem juga kembali berpotensi cukup merata di Jawa Tengah. Ia mengimbau warga untuk mewaspadai ancaman bencana hidrometeorologi seperti tanah longsor, banjir dan angin ribut.
Berdasarkan pengamatan citra satelit cuaca Senin (30/12) pukul 05.30 WIB, lanjut Farita Rachmawati, cuaca ekstrem berpotensi di 33 daerah di Jawa Tengah yakni Cilacap, Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Klaten, Sragen, Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Kudus dan Jepara.
Selain itu, ungkap Farita Rachmawati, cuaca ekstrem juga berpotensi di Ungaran, Temanggung, Kendal, Batang, Kajen, Pemalang, Slawi, Brebes, Magelang, Surakarta, Salatiga, Pekalongan, Tegal, Bumiayu, Majenang dan Ambarawa. "Sedangkan lima daerah yakni Sukoharjo, Wonogiri, Karanganyar, Demak dan Semarang berpeluang diguyur hujan ringan-sedang," tambahnya.
Pagi sebagian besar berawan, menurut Farita Rachmawati, namun memasuki siang, sore hingga awal malam cuaca akan berubah dengan turunnya hujan ringan-sedang dan berpotensi ekstrem dengan angin bergerak dari barat laut ke timur dan selatan ke barat laut berkecepatan 3-30 kilometer per jam, suhu udara berkisar 19-32 derajat celcius dan kelembaban udara 60-95%. (N-2)
BMKG mengeluarkan peringatan dini gelombang laut tinggi hingga 4 meter disertai angin kencang dan hujan, sehingga sebagian besar nelayan memilih tidak melaut demi keselamatan.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BMKG juga menyampaikan peringatan dini gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan, termasuk Perairan Kuala Pembuang, Teluk Sampit, dan Kuala Kapuas.
BMKG: gelombang tinggi disertai hujan badai masih berlangsung di perairan utara Jawa Tengah hingga Minggu (18/1) ini.
Tidak hanya itu, akibat gelombang tinggi penyeberangan antar pulau baik Jepara-Karimunjawa maupunTanjung Emas Semarang-Karimunjawa juga terhenti, termasuk kapal layar motor
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved