Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Nusa Tengggara Timur (NTT) mengeluarkan peringatan potensi gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan daerah itu mulai 1-4 Februari 2026.
Lewat laman BMKG Maritim Tenau, gelombang tinggi tersebut dipengaruhi oleh Sistem Tekanan Rendah di sekitar Teluk Carpentaria, Australia bagian utara, yang telah berkembang menjadi Bibit Siklon Tropis 98P.
Sistem ini membentuk daerah pertemuan dan perlambatan angin yang berdampak pada dinamika cuaca dan laut di wilayah NTT. Adapun kecepatan angin berkisar 8-30 knot yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut.
Sedangkan tinggi gelombang dilaporkan berkisar 1,25-2,5 meter atau kategori sedang, terutama di perairan selatan dan perairan antar-pulau yang menjadi jalur pelayaran di NTT. Masyarakat juga diimbau mewaspadai awan cumulonimbus (Cb) yang dapat menyebabkan perubahan arah dan kecepatan angin secara tiba-tiba serta meningkatkan tinggi gelombang.
"Keberadaan awan cumulonimbus yang luas dan gelap bisa menambah angin dan tinggi gelombang," ujar Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Salsabila Nadhifvira Ardian.
Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya potensi banjir pesisir (rob) di sejumlah wilayah pesisir NTT pada 2-4 Februari 2026 akibat fase Perigee dan fenomena Bulan Purnama. Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi pesisir Flores-Alor, Sumba, Sabu-Raijua, serta Timor-Rote.
"Masyarakat dihimbau untuk selalu waspada dan siaga untuk mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut serta terus memantau informasi cuaca maritim terkini dari BMKG," ujarnya. (H-2)
Saat ini, kondisi cuaca Indonesia dipengaruhi oleh dua sistem bibit siklon yang terpantau di wilayah utara dan selatan.
Wilayah Batam yang merupakan daerah kepulauan dengan mobilitas laut yang tinggi membuat kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan, terutama bagi mereka yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat.
Masyarakat diharapkan waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat muncul secara tiba-tiba akibat kombinasi dinamika atmosfer ini.
BMKG mengimbau masyarakat dan para pemangku kepentingan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved