Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
RAGAM busana adat Nusa Tenggara Timur (NTT), ditampilkan ribuan warga Lembata dalam parade budaya yang dilaksanakan di kota Lewoleba, Jumat (20/12).
Parade busana adat tersebut dibawakan secara massal oleh sekolah, ASN dari berbagai instansi Pemerintah serta siswa. Seluruh peserta mengenakan busana adat dari berbagai daerah di NTT.
Tampak sebagian besar peserta mengenakan busana adat dari wilayah Kabupaten Lembata. Parade busana dimulai dari gereja Lamahora menuju kantor Bupati Lembata dengan berjalan kaki.
Sebagian besar peserta tampak mengenakan sarung tenunan. Ibu-ibu tampak cantik mengenakan sarung berbagai motif dengan hiasan kepala yang disebut kenobo. Begitu pula para pria nampak semakin gagah dalam busana adat NTT.
Tampak dalam barisan parade busana sejumlah pejabat di lingkup Setda Lembata di antaranya, Asisten 3 Setda Lembata, Mans Dai Wutun, Kadis Pariwisata Kabupaten Lembata, Jak Wuwur, Kadis P2PA Lemabata, Maria Anastasia Barabaje, Kadis Kearsipan dan Perpustakaan daerah, Ansel Bahi, Kadis BKP ESDM, Said Kopong, Kadis Nakertrans Roli Betekenang, Kadis PMD, Yos Raya, Kadis Sosial KB Markus Labi Waleng, Kadis Perkimtan, Simon Langoday, serta dihadiri 9 camat.
Selain para pejabat, tampak pula para Kepala Sekolah SD, SMP dan SMA yang ada di Kota Lewoleba.
Pemerintah Kabupaten Lembata sendiri mengampanyekan kebanggaan mengenakan busana tenun. Ragam tenunan di Kabupaten Lembata sendiri merupakan sebuah warisan tradisi budaya yang memiliki corak beragam serta bernilai seni tinggi yang wajib dilestarikan.
Sementara itu, warga kota Lewoleba yang lalu lalang di ruas jalan utama menuju kantor bupati turut menyaksikan parade busana yang juga diramaikan marching band dari SMATER Lewoleba.
Parade kebudayaan yang dilakukan serentak di seluruh wilayah Provinsi NTT dalam rangka HUT Ke-66 Provinsi NTT. Setibanya di kantor Bupati Lembata, peserta Parade Busana akan melakukan V'con bersama Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto. (N-2)
Sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban sering meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) untuk memenuhi kebutuhan sekolah.
Mendikdasmen Abdul Mu’ti, menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas berpulangnya siswa tersebut.
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) sekaligus Juru Bicara Presiden, Prasetyo Hadi, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini.
Kepala daerah memiliki kewajiban moral dan administratif untuk memastikan kehadiran negara di setiap pintu rumah warga yang kesulitan.
Deputi Bidang Pemenuhan Hak Anak Kementerian PPPA, Pribudiarta Nur Sitepu menegaskan bahwa tragedi siswa bunuh diri di NTT tersebut tidak seharusnya terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved