Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Semarang mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah ini minum susu sapi segar untuk dapat menyerap hasil produksi peternak lokal. Kegiatan ini dimulai secara beramai-ramai meminum susu pada Jumat (15/11).
ASN Kabupaten Semarang mengikuti kegiatan minum susu segar bersama sesuai mengikuti jalan sehat di kawasan Balai Benih Ikan (BBI) Siwarak, Dusun Branggah, Desa Nyatnyono, Kecamatan Ungaran Barat, Kabupaten Semarang. Puluhan liter susu didatangkan dari kelompok tani ternak Gondang Makmur, Desa Sumogawe, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang yang baru saja menggelar aksi protes dengan membagikan 1.000 liter susu secara gratis akibat puluhan ton produk susu mereka tidak terserap oleh pabrik pengolahan susu.
"Dalam kesempatan ini, meminta kepada ASN di Kabupaten Semarang untuk lebih banyak mengonsumsi susu segar, karena selain menjaga kesehatan tubuh juga membantu penyerapan susu para peternak lokal," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Semarang Djarot Supriyoto, Jumat (15/11).
Beberapa hari lalu, para peternak sapi lokal resah karena produk susunya kurang terserap oleh industri pengolahan susu (IPS). Karena itu, ASN dan masyarakat lain diharap bisa membantu dengan membeli susu segar milik peternak.
Gerakan minum susu yang dilakukan para ASN ini, ungkap Djarot, ditujukan untuk membantu menyerap produksi susu lokal. Meskipun, saat ini sesuai keputusan kementerian pertanian, kuota penyerapan susu lokal oleh IPS sudah dikembalikan seperti sebelumnya. Namun, pihaknya menilai tidak ada yang salah dengan tetap melaksanakan kegiatan minum susu segar bagi ASN.
Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang Edy Sukarno mengatakan masih mencari solusi terkait kurang terserapnya susu sapi dari peternak ke industri pengolahan susu akibat pembatasan penerimaan susu sapi.
"Pengerahan ASN untuk membeli susu yang tidak terserap industri merupakan solusi jangka pendek yang ditawarkan," ujar Edy Sukarno.
Produksi susu lokal Kabupaten Semarang, lanjut Edy, merupakan terbesar kedua di Jawa Tengah setelah Kabupaten Boyolali. Setiap hari, suplai produk susunya bisa mencapai 82 ton ke IPS. "Akibat adanya pembatasan kemarin, sebanyak 21 ton susu sapi produksi daerah ini tidak terserap," ungkapnya.(M-2)
Orangtua korban keracunan MBG yang hingga kini masih dirawat di rumah sakit akan mengajukan gugatan hukum.
"Aksi yang dilakukan ini sebagai bentuk kekecewaan dan protes dari dampak pembatasan penjualan susu sapi perah. Ini sudah mereka rasakan sejak dua bulan terakhir,"
"Sudah 70% proses relokasi rumah dan permukiman warga di sini, kalau makam baru dimulai diperkirakan membutuhkan waktu empat hari,"
Kirab yang merupakan agenda tahunan Kota Semarang tersebut diikuti ratusan peserta dari berbagai daerah itu yang dimulai dari Klenteng Tay Kak Sie menuju Klenteng Sam Poo Kong
Suasana duka menyelimuti keluarga salah satu korban jatuhnya pesawat latih di daerah BSD City, Tangerang Selatan, Pulu Darmawan, di Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.
Setelah terkumpul selama satu bulan, telur didistribusikan ke setiap posyandu untuk diberikan kepada anak-anak.
Adapun pembersihan dilakukan secara manual yaitu menggunakan cangkul, skrup, dan diangkut dengan gerobak sorong.
APARATUR Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cimahi tetap diwajibkan masuk kerja seperti biasa pada Jumat, 2 Januari 2026, meski disebut sebagai 'hari kejepit nasional'.
Materi Latsar menjadi kompas dalam melakukan pelayanan dan pengabdian kepada Pemerintah Kota Sorong dan masyarakat.
METODE kerja dari mana saja atau work from anywhere (WFA) bagi ASN, baik PNS maupun PPPK dinilai tidak akan berdampak signifikan terhadap ekonomi.
Menpan-Rebiro Rini Widyantini mengatakan aparatur sipil negara (ASN) mencangkup PNS maupun PPPK dapat bekerja dari mana saja atau work from anywhere saat libur Natal dan tahun baru 2025/2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved