Headline

Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.

800 Warga Terancam Terisolasi akibat Jembatan di Semarang Runtuh

Akhmad Safuan
23/2/2026 19:00
800 Warga Terancam Terisolasi akibat Jembatan di Semarang Runtuh
Warga dan aparat membangun jembatan darurat setelah jembatan penghubung di Desa Duren runtuh akibat hujan lebat.(MI/Akhmad Safuan)

AKIBAT hujan lebat, jembatan sepanjang 10 meter dengan lebar 4 meter yang menjadi penghubung antardesa di Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, runtuh pada Senin (23/2). Peristiwa tersebut membuat sekitar 800 warga terancam terisolasi.

Pemantauan Media Indonesia pada Senin (23/2), puluhan tim gabungan dari BPBD, kepolisian, TNI, relawan, dan warga sejak pagi berupaya membangun jembatan darurat menggunakan bambu dan kayu untuk menghubungkan Desa Duren dan Desa Pledokan.

Jembatan itu dilaporkan runtuh pada dini hari setelah hujan deras meningkatkan arus sungai di bawahnya hingga menggerus fondasi. Akibatnya, ratusan keluarga di Desa Duren terancam terisolasi karena jembatan tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk desa.

"Ada ratusan keluarga atau sekitar 800 jiwa warga Desa Duren terancam terisolasi, karena jembatan itu runtuh pada kedalaman 6 meter," kata Kepala BPBD Semarang, Alexander Gunawan.

Alexander menjelaskan runtuhnya jembatan terjadi akibat hujan lebat yang meningkatkan arus sungai sehingga menggerus fondasi. "Ini murni karena guyuran hujan lebat karena sebelumnya jembatan itu tidak masalah," imbuhnya.

Ia menambahkan kondisi tanah di Desa Duren tergolong labil dan rawan longsor. Saat hujan deras mengguyur, wilayah tersebut rentan mengalami bencana tanah longsor, sementara jembatan itu merupakan jalur penghubung utama menuju pusat pemerintahan kecamatan.

Sebagai langkah penanganan, BPBD bersama aparat dan warga membangun jembatan darurat agar akses bagi sekitar 800 warga tetap tersedia, terutama bagi pelajar dan warga yang bekerja di luar desa. Pembangunan ini juga menjadi tahap awal asesmen sebelum langkah penanganan lanjutan dilakukan.

Berdasarkan catatan BPBD, sejak awal tahun hingga saat ini tercatat 101 kejadian bencana di wilayah tersebut, terdiri dari 60 longsor, 9 banjir, 25 cuaca ekstrem seperti angin kencang, serta 7 kejadian nonalam. (AS/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya