Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA warga negara India yang terlibat dalam jaringan penyelundupan narkoba rute Myanmar-Australia akan segera diadili setelah Kejaksaan Tinggi Kepulauan Riau (Kejati Kepri) menyatakan berkas perkaranya lengkap.
Ketiga tersangka berinisial RM, SD, dan GV, yang berstatus Permanent Resident (PR) Singapura, ditangkap dengan barang bukti 106 kilogram sabu-sabu.
Kepala BNN Komjen Pol Marthinus Hukom mengatakan penangkapan ini membongkar jaringan narkoba internasional berskala besar. "Sabu-sabu yang mereka bawa berasal dari Myanmar dan rencananya akan dikirim ke Brisbane, Australia. Sindikat ini memiliki jaringan yang kuat dengan dukungan finansial besar," katanya, Jumat (8/11).
Kasi Penkum Kejati Kepri, Yusnar Yusuf menambahkan berkas perkara ketiga tersangka telah memenuhi syarat untuk dilimpahkan ke pengadilan. "Tim Jaksa Penuntut Umum telah menyimpulkan bahwa berkas perkara ini lengkap secara formil dan materiil," kata Yusnar.
Penangkapan dilakukan tim gabungan BNN, BNNP Kepri, dan Bea Cukai pada 13 Juli 2024 di perairan Pongkar, Kabupaten Karimun. Para tersangka tertangkap basah saat berupaya menyelundupkan sabu-sabu yang disembunyikan dalam tangki bahan bakar kapal yang dimodifikasi khusus.
Para tersangka mengaku hanya bertindak sebagai kurir yang menjalankan perintah seorang buronan asal Malaysia. Mereka dijanjikan upah sebesar 100.000 dolar Singapura untuk menjalankan aksi tersebut.
Atas perbuatannya, ketiganya dijerat dengan Pasal 113 ayat (2), Pasal 114 ayat (2), atau Pasal 112 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal pidana mati.
Kejati Kepri mencatat sepanjang 2024 telah menangani 183 kasus narkotika. Dari jumlah tersebut, delapan terdakwa dituntut pidana mati dan empat terdakwa dituntut pidana seumur hidup.
"Kami akan terus berupaya maksimal untuk memberantas jaringan narkoba dan melindungi masyarakat dari bahaya narkoba," tegas Yusnar. (N-2)
Kasus ini bermula dari penangkapan FG pada 26 November 2025. Dari dompetnya, polisi menemukan sabu seberat 0,43 gram yang tersimpan dalam kertas aluminium foil dan plastik klip.
Proses diplomasi dan pemenuhan legalitas pemindahan tersangka difasilitasi oleh Duta Besar RI untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, bersama seluruh jajaran KBRI Phnom Penh.
POLRES Asahan menangkap dua pelaku yang terlibat jaringan sabu ke Palembang di Dusun II, Desa Bangun Sari, Kecamatan Silo Laut, Minggu (9/11).
Alat pelacak, yang dipasang otoritas narkotika Thailand, menunjukkan bahwa bahan kimia tersebut bergerak ke utara menuju perbatasan Myanmar.
BNN RI membongkar rumah produksi sabu di Cisauk, Tangerang. Pelaku IM dan DF meraup keuntungan Rp1 miliar dengan modus mengekstrak obat asma menjadi bahan narkoba sabu
Kedua pelaku mengaku telah memperoleh keuntungan sekitar Rp1 miliar selama sekitar enam bulan terakhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved