Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM pancaroba saat ini dapat memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Kasi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta Endang Sri Rahayu menyatakan, penyakit ISPA dapat cepat menyerang balita hingga ibu hamil.
Tercatat, balita penderita batuk dan kesukaran bernapas berjumlah sebanyak 6.374 kasus.
"Balita maupun ibu hamil ini adalah kelompok yang rentan terhadap penyebaran penyakit. Di Kota Yogyakarta ISPA mayoritas diidap oleh golongan tersebut," terang dia dalam siaran pers dari Humas Pemkot Yogyakarta dikutip Media Indonesia pada Minggu (22/9).
Baca juga : Tangkal Stunting, Pemkot Tangsel Lakukan Pemeriksaan Gratis Ibu Hamil dan Balita
Endang menambahkan, saat pancaroba terjadi perubahan suhu serta kelembaban udara yang drastis. Itu dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh dan membuat individu lebih rentan terhadap infeksi.
Gejala umum yang muncul adalah batuk, pilek, dan sesak napas serta demam dalam jangka waktu yang lama.
"Virus dan bakteri penyebab ISPA mudah menyebar pada cuaca yang tidak menentu. Sehingga, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada dan menjaga kesehatan, terutama di tengah fluktuasi cuaca," terang dia.
Baca juga : Obat OTC Dapat Menjadi Pilihan Redakan Gangguan Ringan Batuk
Ia mengatakan, langkah pencegahan yang bisa dilakukan adalah melalui Gerakan masyarakat Hidup Sehat (Germas), berolahraga, makan-makanan yang bergizi, tidak merokok, dan melakukan cek kesehatan secara berkala.
"Masyarakat diimbau untuk segera menghubungi fasilitas kesehatan jika mengalami gejala yang mencurigakan agar penanganan dapat dilakukan lebih awal. Hindari minuman dingin, merokok dan asap rokok," terang dia.
Kepala Puskesmas Mantrijeron, Eny Purdiyanti, mengatakan kasus kunjungan balita penderita batuk dan kesusahan bernapas atau ISPA mengalami peningkatan.
Baca juga : 5 Kelompok Rentan Cacar Monyet Harus Lebih Gencar Melakukan Pencegahan
Pada usia 0-10 tahun 2023 Puskesmas Mantrijeron mencatat ada sejumlah 1.856 kunjungan kasus ISPA. Sepanjang 2024 hingga 20 September 2024, anak berusia 0-10 tahun yang melakukan kunjungan penderita batuk dan kesusahan bernafas mencapai 989 kasus.
"Kami sudah menyiapkan tim medis dan obat-obatan untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan yang tepat. Selain itu, pasien yang mengalami gejala infeksi seperti susah bernafas, batuk dan lainnya kami pisahkan dengan pasien lain untuk menghindari adanya penularan," papar dia.
"Kasus ISPA ini merupakan yang paling banyak ditemukan sejak tahun kemarin. Kami berharap, terutama pada kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi dan balita dapat terus mengkonsumsi makan-makanan bergizi, menjaga kebersihan dan berolahraga," tutup dia. (AT/J-3)
Dinas Kesehatan telah menurunkan tim medis serta menyiagakan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Terdapat 160 kasus DBD pada Oktober 2025, 161 kasus pada November dan meningkat menjadi 163 kasus DBD pada Desember 2025 di Jakarta Barat.
Saat ini, di Kota Bandung baru ada dua puskesmas yang sudah beroperasi penuh selama 24 jam, yakni Puskesmas Ibrahim Adjie dan Puskesmas Garuda
Pada 2025 ada 24.851 jiwa terduga Tb. Sampai Agustus, ditemukan 15.300 terduga, dengan temun kasus baru sebanyak 1.978 orang.
Salah satu kendala utama dalam mencapai target IDL di Pangkalpinang adalah masih adanya penolakan dari sebagian masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, menemukan 20 kasus baru HIV yang terjadi pada tahun 2025.
Musim hujan maupun masa pancaroba menjadi salah satu faktor risiko meningkatnya kasus flu dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
ISPA, diare, dan infeksi kulit menjadi masalah kesehatan yang paling banyak ditemukan pascabanjir di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang.
Gelombang dingin ekstrem di Bangladesh tewaskan 49 orang sejak November. ISPA dan diare menjadi penyebab utama, dengan korban terbanyak anak-anak di wilayah Utara.
Tim kesehatan IDAI Sumatra Utara telah memberikan layanan kepada ribuan anak di berbagai wilayah terdampak banjir, termasuk Kabupaten Langkat, Aceh Tamiang
Perubahan suhu, kelembapan yang tinggi, serta kondisi tubuh yang basah setelah beraktivitas di luar ruangan menjadi pemicu utama menurunnya daya tahan tubuh.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved