Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
Hujan dengan intensitas ringan diprediksi kembali mengguyur sejumlah daerah pegunungan bagian tengah di Jawa Tengah. Itu diharapkan bisa mengatasi kekeringan yang melanda puluhan daerah sejak tiga bulan lalu.
"Ada potensi hujan pada sore hingga malam. Ini diharapkan akan dapat mengurangi kekeringan yang telah terjadi di puluhan daerah sejak beberapa bulan lalu," kata Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Farita Rachmawati, Rabu (4/9).
Daerah yang berpeluang diguyur hujan meliputi Purwokerto, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo dan Mungkid. Ini merupakan hujan pertama sejak musim kemarau.
Baca juga : Daerah Terdampak Kekeringan di Klaten Semakin Meluas
Sementara itu kekeringan di puluhan daerah seperti Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Kudus, Jepara, Demak, Semarang, Cilacap, Klaten, Wonogiri dan sejumlah daerah lainnya masih berlangsung, sehingga berdampak pada ratusan ribu jiwa tersebar di 24 daerah.
Mengantisipasi kekeringan dan semakin meluasnya krisis air bersih, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah Bersama pemerintah daerah se-Jawa Tengah terus menggelontorkan jutaan liter air bersih untuk warga terdampak.
Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih mengatakan sebanyak 13 kecamatan di daerahnya telah mengalami kekeringan. Hal serupa juga diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Blora Mulyowati. Sudah ratusan desa di 16 kecamatan mengalami kekeringan dan kekurangan air bersih.
"Bantuan terus digelontorkan, tidak hanya dari Pemrov Jawa Tengah dan Pemkab Blora, tetapi juga datang dari berbagai instansi terkait, Lembaga sosial, politik hingga perusahaan swasta," ujar Mulyowati. (Z-11)
BMKG memprediksi musim kemarau di NTB mulai April 2026 akan lebih kering dari biasanya. Simak wilayah terdampak dan imbauan resminya di sini.
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional berada dalam keadaan aman dan terkendali
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 akan datang lebih awal di sebagian besar wilayah Indonesia dan berlangsung lebih kering dari normal.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan datang lebih awal pada April dan terasa lebih kering dibanding tahun lalu. Cek daftar wilayah terdampak di sini.
BMKG memprediksi sebagian wilayah di Indonesia akan memasuki musim kemarau lebih awal. Puncak musim kemarau Agustus
Menurut dia, salah satu langkah yang dilakukan Pemprov Jabar adalah mendorong pengembangan komoditas pertanian yang lebih hemat air.
BMKG memprediksi musim kemarau 2026 di Indonesia akan lebih kering dibanding 2025. Awal kemarau maju ke April 2026. Simak daftar wilayah terdampak di sini.
Derita korban banjir Sumatra yang terjadi pada 24-27 November 2025 hingga kini, tiga bulan kemudian, tampaknya belum juga berakhir.
Durasi perbaikan fisik sangat bergantung pada kondisi cuaca di lapangan.
Peneliti memperingatkan ancaman global amoeba bebas yang mampu bertahan dari suhu ekstrem dan disinfektan.
Studi terbaru di Guatemala mengungkap fakta mengejutkan. Air minum kemasan yang dianggap paling aman justru paling banyak terkontaminasi bakteri tinja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved