Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SETELAH bertahun-tahun warga Pedukuhan Suren mengalami kesulitan mengakses air bersih, kini, mereka bisa bernafas lega. Badan Wakaf Al -Quran (BWA), melalui program WAFP, kembali meresmikan wakaf sarana air bersih di Pedukuhan Suren, Kelurahan Pagerharjo, Kulon Progo, Yogyakarta, Sabtu (24/8).
Peresmian wakaf sarana air bersih ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi ratusan warga yang selama ini mengalami kesulitan dalam mengakses air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.
Project WAFP Pedukuhan Suren ini merupakan wakaf sarana air bersih ke-55 yang telah direalisasikan dan diresmikan BWA. Acara peresmian yang berlangsung di pendopo Pedukuhan Suren ini dihadiri CEO BWA Ustaz Ichsan Salam, Chief of Networking & Distribution Liason BWA Hazairin Hasan, Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) H Prabukusumo, Lurah Pagerharjo, serta berbagai tokoh masyarakat, perwakilan pemerintah daerah, dan masyarakat sekitar.
Baca juga : Bertekad Wujudkan Banyak Titik Air Bersih Badan Wakaf Al-Qur'an Berkunjung ke Kodam V Brawijaya
Dalam sambutannya, GPBH Prabukusumo menyampaian rasa hormat dan terima kasih kepada BWA.
“Saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih kepada BWA atas terselesaikannya proyect air bersih ini. BWA benar-benar merealisasikan sarana air bersih untuk warga Suren. Saya titip pesan agar nantinya (air bersih) ini dikelola warga dengan sebaik-baiknya, sehingga setiap warga yang menerima manfaaatnya merasa memiliki dan kemudian menjaga. Mudah-mudahan sarana air bersih ini bermanfaat untuk warga Suren,” ujar Prabukusumo
Ustaz Ichsan juga menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada warga Dusun Suren dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam project ini.
Baca juga : BPBD Kabupaten Gunungkidul Terus Distribusikan Air Bersih
“Project WAFP Dukuh Suren ini adalah proyek yang ke-55 yang dicapai BWA dalam memenuhi kebutuhan air bersih untuk membantu program pemerintah dalam hal pemerataan sarana air bersih di pelosok-pelosok negeri. Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat dalam project kebaikan ini. Terima kasih sebesar-besarnya kepada warga Dusun Suren, karena di sini telah bersedia untuk dijadikan project wakaf BWA. Semoga pahala mengalir kepada para wakif yang telah berpartisipasi dalam project ini,” ungkap Ustaz Ichsan.
Acara peresmian ditutup dengan tanda tangan ikrar wakaf dan seremonial penyalaan air keran yang menandakan air telah mengalir di Pedukuhan Suren ini.
GPBH Prabukusumo kemudian secara simbolis kemudian menyerahkan kendi yang berisi air kepada salah satu warga Suren.
Wakaf sarana air bersih ini dimanfaatkan untuk akses air bersih bagi 400 warga di Pedukuhan Suren. Sebelum adanya wakaf sarana air bersih ini, warga harus menempuh yang cukup jauh untuk mendapatkan air bersih, terlebih lagi di musim kemarau.
Dengan adanya wakaf sarana air bersih ini akan sangat membantu warga dan diharapkan dapat meningkatkan taraf kesehatan masyarakat secara umum. (Z-1)
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
Ketersediaan air bersih tidak hanya diperlukan untuk konsumsi, tetapi juga untuk menjaga sanitasi lingkungan, mencegah penyebaran penyakit, serta menunjang aktivitas harian.
Transformasi digital ini merupakan komitmen nyata pemerintah dalam menjamin kedaulatan air di Ibu Kota
Perluasan pelanggan ini didukung oleh ketersediaan sumber air baku yang semakin stabil, baik dari Sungai Ciliwung maupun Kali Angke.
Program ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap air bersih di Sumut, Sumbar, Riau, Lampung, Jateng, Jatim, Kalsel dan Sulsel.
Pasokan air bersih Aceh Tamiang kembali normal setelah SPAM IKK Rantau beroperasi pascabanjir. Menteri PU memastikan kualitas air aman dan layak konsumsi.
Peresmian Jembatan Kabanaran di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, oleh Presiden Prabowo Subianto diproyeksikan menjadi pemantik besar bagi mobilitas, ekonomi, dan pariwisata
Beberapa produk asli Indonesia yang telah diakui di Uni Eropa antara lain adalah Kopi Arabika Gayo dari Aceh, Lada Putih Muntok dari Bangka Belitung, dan Garam Amed dari Bali.
Tingginya kasus longsor di Kulon Progo antara lain dipengaruhi oleh tingginya curah hujan serta kondisi geografis wilayah yang banyak perbukitan.
Dalam rangka menyambut momen spesial ini, Swiss-Belhotel Airport Yogyakarta mempersembahkan berbagai paket wisata spesial dengan berbagai pilihan destinasi wisata menarik di Kulon Progo
Dawet sambal hampir sama dengan dawet-dawet biasanya, tetapi dawet ini memiliki topping khas yang berasal dari sambal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved