Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA petani di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, memanfaatkan teriknya matahari di musim kemarau dengan membuat pompa air bertenaga surya untuk mengairi sawah mereka.
Pompa air bertenaga surya itu dibuat oleh para petani di Desa Senon, Kecamatan Kemangkon. Pompa bertenaga surya untuk mengairi sawah di musim kemarau tersebut diberi nama Botan Solar Pump.
Baca juga : Daerah Lereng Gunung Slamet Alami Krisis Air Bersih
Penemu Botan Solar Pump, Galih Satya Dharma, mengatakan pompa air tenaga surya itu mampu mengairi 10 hektare (ha) sawah dan mampu beroperasi selama tiga hari. Teknologi ini sudah dilengkapi dengan sistem keamanan yang lengkap.
Baca juga : Masuki Puncak Kemarau, 103 Desa di Purbalingga Terancam Krisis Air Bersih
"Harapan saya, teknologi ini bisa diaplikasikan di desa-desa lain di Kecamatan Kemangkon, Kalimanah, Bukateja, dan Padamara yang notabene kekurangan air. Di wilayah tersebut ada sumber air namun tidak bisa dimanfaatkan oleh petani untuk mengolah lahan persawahan karena kurangnya pompanisasi," jelasnya pada Senin (5/8).
Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi sempat meninjau langsung keberadaan pompa tenaga surya di Desa Senon. Ia mengapresiasi inovasi di bidang pertanian hasil karya pemuda tani Purbalingga tersebut.
Baca juga : 6 Kabupaten di Jateng Siaga Kekeringan
"Saya melihat langsung pompa air ini tanpa harus menggunakan solar dan sambungan listrik, hanya menggunakan tenaga matahari sudah bisa mengairi petak-petak sawah di Desa Senon," kata Bupati.
Baca juga : Kekeringan Makin Meluas di Cilacap, 11.642 Jiwa Terdampak
Menurutnya, inovasi teknologi ini merupakan inisiasi yang luar biasa dari putra-putra daerah yang memiliki perhatian dan kepedulian yang luar biasa terhadap sektor pertanian.
"Ini harus bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk bisa meningkatkan produktivitas pertanian. Karena tidak hanya efektif untuk mencukupi kebutuhan air, inovasi teknologi ini juga sangat efisien dari sisi biaya. Untuk biaya maintenance juga tergolong murah," ujarnya.
Ia berharap pemerintah pusat bisa memberikan perhatian dengan menggandeng putra-putra daerah untuk mengembangkan dan mereplikasi teknologi pertanian ini di titik-titik areal persawahan yang memiliki potensi kekeringan. (LD/J-3)
Flare Matahari merupakan ledakan besar energi elektromagnetik yang terjadi akibat perubahan mendadak pada medan magnet di atmosfer Matahari.
Gerhana ini tidak aman untuk dilihat tanpa pelindung mata dengan filter matahari.
Perbedaan kecepatan ini menciptakan tegangan magnetik yang luar biasa. Plasma yang bergerak lebih cepat di ekuator "menarik" garis-garis medan magnet.
Fakta mengejutkan datang dari dunia sains, Bumi juga memiliki sesuatu yang menyerupai “ekor” raksasa di luar angkasa.
Matahari meletuskan ledakan X-Class dan CME raksasa melaju ke Bumi. Badai geomagnetik kuat berpotensi terjadi dalam 24 jam ke depan.
Fenomena pertama gerhana matahari cincin dijadwalkan terjadi pada 17 Februari 2026.
Cara Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Energi surya jadi listrik? Pelajari cara kerja pembangkit listrik tenaga surya, dari panel hingga menghasilkan daya untuk kebutuhan Anda!
Dengan kapasitas mulai dari 1,1 kWp hingga 2,75 kWp per rumah dan total kapasitas mencapai sekitar 1,3 MWp, sistem itu bekerja secara on-grid.
Inovasi pompa air tenaga surya mampu percepat target Net Zero Emission (NET) 2060
Bareskrim Polri mengonfirmasi telah memanggil 22 orang sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi proyek Penerangan Jalan Umum Tenaga Surya
PLN Nusantara Power berhasil menyambung pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved