Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
GEMPA bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang Kabupaten Batang, Jawa Tengah Minggu (7/7) pukul 14.35 WIB, getaran gempa berpusat di koordinat 6.87° LS; 109.75° BT tepatnya di darat pada jarak 5 km arah Timur Laut Batang juga dirasakan hingga Pekalongan.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (7/7) ratusan warga langsung berlarian menjauh dari pesisir pantai Kabupaten Batang ketika gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang daerah itu sekitar pukul 14.35 WIB, bahkan mereka yang berada di dalam rumah juga berlarian keluar untuk mengantisipasi robohnya bangunan.
Sejumlah bangunan mengalami kerusakan akibat gempa tersebut, hingga sore petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Batang masih berusaha melakukan pendataan di sejumlah desa.
Baca juga : BMKG: Gempa di Pangandaran Jabar Dipicu Aktivitas Lempeng Indo-Australia
"Gempanya sangat terasa sekali, kami langsung berlarian ke jalan," ujar Mintarsih,45, warga Ujungnegoro, Kecamatan Tulis, Batang.
Hal serupa juga diungkapkan Ramdani,40, warga Kecamatan Batang, saat gempa terjadi sedang beraktivitas di dalam rumah, karena khawatir rumah roboh bersabar keluarga langsung berlarian ke jalan dan ternyata sudah banyak warga berkumpul karena takut terjadi gempa susulan yang dapat merobohkan bangunan.
Getaran gempa juga dirasakan Anggit,38, warga Pekalongan, bahkan sejumlah warga berlarian menjauh dari bangunan dan ratusan warga lainnya berlarian menjauh dari pantai karena khawatir terjadi tsunami.
Baca juga : Polisi Identifikasi Korban Tewas Kecelakaan di Tol Semarang-Batang
"Memang masih rob, kita khawatir dampak gempa membuat kerusakan tanggul laut hingga mengakibatkan banjir besar," imbuhnya.
Pelaksana tugas Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Batang Ulul Azmi mengatakan menyusul terjadi gempa tersebut, diturunkan petugas untuk melakukan pendataan karena telah mendapatkan laporan adanya sejumlah rumah warga yang rusak dan diminta warga segera melaporkan jika ada korban baik jiwa maupun material.
"Tadi mendapat laporan ada kerusakan rumah warga di Desa Karangasem, ini petugas masih melakukan pendataan untuk dapat membantu kesulitan warga," ujar Ulul Azmi.
Baca juga : Gempa Tektonik Magnitudo 4.6 Guncang Lamno Aceh Jaya
Sementara itu BMKG dalam keterangannya mengungkapkan gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,6 mengguncang Kabupaten Batang pada Minggu (7/7) pukul 14.35 WIB, berpusat di koordinat 6.87° LS; 109.75° BT tepatnya di darat pada jarak 5 km arah Timur Laut Batang juga dirasakan di daerah sekitar.
Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter-nya, menurut BMKG, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas sesar aktif, bahkan gempa ini juga dirasakan di Pekalongan dan Kendal dengan kekuatan yang berbeda di masing-masing daerah.
"Hasil monitoring BMKG hingga kini belum ada aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), namun diminta agar warga di ketiga daerah tersebut tetap waspada dengan menghindari bangunan yang retak atau rusak," kata Kepala Stageof Sleman Setyoajie Prayoedhie. (AS/Z-7)
Dampak cuaca ekstrem ini, bencana angin puting beliung juga menerjang Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.
Terbukti, dengan diperbaikinya salah satu akses di lingkungan KITB tersebut. Sehingga, mempermudah mobilitas untuk menuju KITB dari Banyuputih menuju Kedawung di KEK Industropolis Batang.
Keduanya ditangkap setelah melakukan perampokan dengan modus meracuni seorang tukang ojek menggunakan kecubung hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Geliat investasi ini merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi dan perlu terus diperkuat melalui kepastian lahan dan percepatan perizinan.
Pelari dari berbagai daerah di Indonesia kembali meramaikan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) RUN 2025, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng)
Keberhasilan Batang Run 2025 menjadi momentum penting bagi pengembangan pariwisata pesisir. Apalagi dengan jumlah peserta jauh di atas ekspektasi awal.
Kombinasi suhu dan kelembapan tersebut menyebabkan suhu yang dirasakan masyarakat bisa lebih tinggi dari angka sebenarnya.
BMKG mengeluarkan prakiraan cuaca NTT 22-24 Maret 2026. Sejumlah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang
Dalam 24 jam ke depan, sistem ini diprediksi bergerak menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 30 knot dan tekanan minimum sekitar 996 hektopaskal
BMKG memprediksi cuaca DKI Jakarta pada 21 Maret 2026 didominasi berawan tebal dengan potensi hujan ringan di sore hari. Simak detailnya.
BMKG menjelaskan, dalam 24 jam ke depan siklon tersebut diprediksi bergerak ke arah barat menuju Teluk Carpentaria dengan kecepatan angin maksimum mencapai 65 knot dan tekanan minimum 978 hPa.
Saat ekuinoks, lintasan Matahari melintasi tepat di atas khatulistiwa, termasuk wilayah Indonesia yang berada di sekitar garis tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved