Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DELAPAN desa dari empat kecamatan di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, terdampak banjir. Pemerintah kabupaten itu tetapkan status tanggap darurat.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong, Moh Rivai mengatakan, delapan desa tersebut adalah Desa Astina dan Tanahlano, Kecamatan Torue. Desa Tindaki, Kecamatan Parigi Selatan. Desa Sibalago, Desa Sienjo, Desa Singura, dan Desa Toribulu, Kecamatan Toribulu. Dan Desa Bambasiang, Kecamatan Palasa.
“Status tanggap darurat mulai berlaku 24 Juni sampai dengan 7 Juli 2024,” terangnya dalam keterangan resmi yang diterima Media Indonesia di Palu, Senin (24/6).
Baca juga : Banjir Bandang di Solok Sumbar Rusak 6 Jembatan dan Rumah Warga
Menurut Rivai, saat ini pemerintah Parigi Moutong mengutamakan penanganan pengungsi di Desa Sienjo, Sibalago, Tindaki dan Tanahlanto.
“Di Desa Sienjo, Sibalago, dan Tindaki kami membuka posko induk sebagai pusat informasi untuk penanganan banjir. Sedangkan di Desa Tanahlanto dan Tindaki sebagai posko pembantu,” ungkapnya.
Dalam masa tanggap darurat itu, pemerintah Parigi Moutong telah membentuk tim terpadu dan membangun tugas dalam penanganan pasca banjir.
Baca juga : Ada 18 Titik di Bali Berpotensi Banjir Bandang
Di mana, Dinas Sosial bersama PMI setempat mendirikan dapur umum. “Dapur umum untuk menyiapkan makanan siap saji kepada pengungsi. Mereka juga dibantu relawan,” ujarnya.
Berdasarkan laporan BPBD, banjir yang melanda delapan desa tersebut terjadi pada Minggu (23/6). Dan dari desa yang terdampak parah adalah Desa Sienjo dan Sibalago.
Di dua desa itu, satu orang warga meninggal dunia dan dua orang lainnya sebelumnya dikabarkan hilang telah ditemukan dalam keadaan selamat.
Baca juga : Banjir di Korea Selatan, 39 Orang Tewas dan 10 Ribu Mengungsi
“Sampai saat ini pemerintah masih di lapangan memantau dampak banjir,” tandas Rivai.
Masih berdasarkan laporan BPBD setempat, korban yang terdampak pada banjir di Desa Sienjo dan Sibalago sebanyak
246 kepala keluarga (KK) atau setara 738 jiwa.
Sementara warga yang mengungsi 372 jiwa di Desa Sibalago dan 90 jiwa di Desa Sienjo. (Z-8)
Aktivitas penambangan emas tanpa izin (PETI) disebut menjadi faktor utama terjadinya banjir bandang di sejumlah wilayah Kabupaten Pohuwato, Gorontalo
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Selain kebutuhan primer, salah satu yang juga dibutuhkan warga Aceh Tamiang adalah bantuan untuk memperbaiki kendaraan yang rusak akibat banjir.
BANJIR lumpur dan galodo yang kembali melanda sejumlah kawasan di Kota Padang, Sumatra Barat, tidak mengalihkan perhatian warga pesisir dari ancaman bencana lain yang tak kalah berbahaya.
Tanggul Sungai Bremi di Pekalongan jebol Rabu pagi (7/1). 335 KK terdampak banjir mendadak setinggi 1 meter, BPBD lakukan penanganan darurat
BANJIR di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro atau Sitaro, Sulawesi Utara, yang terjadi mulai Senin (5/1) dini hari menewaskan 16 orang, sementara tiga warga lainnya hilangÂ
Peninjauan banjir Pekalongan dilakukan untuk memastikan keselamatan warga terdampak sekaligus mengecek kesiapan penanganan banjir secara berlapis.
Berdasarkan penelusuran Media Indonesia, Sabtu (17/1) di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh misalnya, ratusan ribu penyintas banjir masih krisis kebutuhan dasar.
BNPB bersama kementerian/lembaga, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta mitra swasta terus mempercepat pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang.
MENTERI Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengatakan masih ada siswa korban bencana banjir Aceh yang belajar di tenda pengungsian.
BENCANA banjir dan 18 titik longsor melanda Kabupaten Jepara, sebanyak 1.445 keluarga ( 3.522 jiwa) warga Desa Tempur, Kecamatan Keling, Jepara terisolasi akibat terputusnya akses jalan.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved