Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILU Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah kian ramai, setelah sejumlah nama muncul sebagai kandidat bakal calon gubernur maupun wakil gubernur berikut manuver politik masing-masing-masing, kini muncul kandidat baru yang bakal meramaikan Pilgub di provinsi ini.
Pemantauan Media Indonesia Sabtu (25/5), meskipun belum ada kepastian partai politik (parpol) mengusung calon gubernur maupun wakil gubernur Jawa Tengah pada Pilgub November mendatang, namun suasana politik di provinsi ini kian menghangat dengan munculnya sejumlah kandidat.
Sejumlah nama muncul ke permukaan seperti Hendrar Prihadi (Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah/mantan Wali Kota Semarang), Sudaryono (Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Tengah) Muhammad Yusuf Chudlori (Ketua DPW PKB Jawa Tengah), Dico Ganinduto (Bupati Kendal) dan Taj Yasin (Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah), Raffi Ahmad (artis) serta Ahmad Luthfi (Kepala Polda Jawa Tengah).
Baca juga : Nama 3 Tokoh Ini Dianggap jadi Saingan Anies Baswedan
Di tengah parpol sedang melakukan proses penjaringan untuk menentukan calon yang bakal diusung di Pilgub Jawa Tengah, kini muncul mantan Ketua DPRD Jateng Rukma Setyabudi dan mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) periode 2013-2019 Heru Sudjatmoko yang ikut meramaikan bursa calon, setelah keduanya mendaftarkan diri dalam penjaringan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
"Saya niat untuk mendaftarkan diri ikut dalam penjaringan ini, bukan sebagai calon gubernur tetapi wakil gubernur," kata Heru Sudjatmoko usai mengambil formulir pendaftaran ke PDIP Jawa Tengah.
Hal serupa juga diungkapkan Rukma Setyabudi, bahwa niat maju sebagai bakal calon gubernur di provinsi ini karena didasari keinginan untuk tetap mengabdikan diri di Jawa Tengah, selain adanya kesempatan saat ini dibuka.
Baca juga : Calon Independen Tumbang sebelum Bertanding
"Siapa pun berhak dan bisa mengajukan diri sebelum rekomendasi partai turun, namun setelah rekomendasi turun, seluruh komponen partai harus mendukung dan berjuang," tambahnya.
Namun di tengah ramainya bermunculan nama kandidat digadang bakal meramaikan bursa calon Gubernur Jawa Tengah ini, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jawa Tengah, Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) yang juga salah satu kandidat menyebut pihaknya siap untuk berjuang bersama dengan Partai Gerindra di Pilgub Jawa Tengah 2024.
"Ketua DPD Gerindra Jawa Tengah Sudaryono cocok jadi gubernur, beliau muda dan inovatif, diyakini bisa membawa Jawa Tengah lebih baik serta PKB terbuka lebar berkoalisi dengan Gerindra di Pilkada Jawa Tengah," ujar Gus Yusuf. (P-5)
Bahkan, dia juga mengaku tidak pernah berkeinginan atau sekadar membayangkan untuk menjadi pemimpin ibu kota.
Menurutnya, tingkat partisipasi pemilih di Pilkada 2024 mengalami penurunan dibandingkan pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan legislatif (pileg) 2024
MK menggelar sidang lanjutan perselisihan hasil pemilihan umum kepala daerah (PHPU Pilkada) 2024, diantaranya Pilkada Provinsi Papua Pegunungan dan Provinsi Papua.
Pada sidang perdana, Rabu (8/1), Anwar Usman tidak dapat ikut bersidang karena dirawat di rumah sakit akibat terjatuh.
Ketua MK Suhartoyo menjelaskan bahwa sidang tetap akan dilaksanakan oleh tiga panel Hakim Konstitusi.
MK baru menerima sebanyak 152 permohonan, terdiri dari 119 permohonan soal pilkada tingkat kabupaten dan 33 pilkada tingkat kota.
BENCANA angin puting beliung menerjang wilayah Kecamatan Karangpandan, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, pada Rabu (21/1/2026) sore. Insiden ini mengakibatkan kerusakan parah.
Gelombang tinggi disertai hujan badai di perairan selatan mencapai 1,25-6 meter dan di perairan utara 1,25-2,5 meter cukup berbahaya terhadap aktivitas pelayaran.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, aparat antirasuah menyasar Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
Sejak pagi hujan ringan-sedang sudah mengguyur sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah, memasuki siang, sore hingga awal malam intensitas hujan berpeluang meningkat.
Banjir di Pekalongan mengganggu operasional kereta api. KAI mencatat refund tiket penumpang mencapai Rp3,5 miliar akibat pembatalan perjalanan.
Melihat kondisi cuaca yang masih hujan hingga saat ini, ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk ikut serta melakukan modifikasi cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved