Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA dua desa di Kecamatan Gununghalu secara swadaya menyingkirkan material longsor yang menutup ruas jalan penghubung Kabupaten Bandung Barat-Cianjur.
Inisiatif tersebut dilakukan lantaran pemerintah daerah yang tak kunjung memperbaiki jalan dan menyediakan jalur alternatif agar mobilitas warga tetap berjalan. Padahal, kejadian longsor itu sudah terjadi selama 10 hari.
"Warga kesal, sejak jalan putus karena longsor tapi gak ada perbaikan atau pembukaan jalan alternatif sebagai solusi darurat bencana," kata Kepala Desa Cilanggari, H. Sabana saat dihubungi, Kamis (23/5).
Baca juga : Status Tanggap Darurat Bencana Diberlakukan di Gununghalu dan Rongga
Aksi oleh warga Desa Cilanggari dan Sindangjaya itu menggunakan alat seadanya tanpa bantuan beko dan buldozer. Menurut dia, pembukaan jalan sangat mendesak agar aktivitas ekonomi dan pendidikan kembali normal.
"Kita pakai cangkul dan alat seadanya sejak kemarin. Alhamdulillah hari ini sudah bisa dilalui sementara oleh kendaraan motor dan mobil kecil," paparnya.
Menurut Sabana, warga mengkritisi lambatnya penanganan kebencanaan oleh Pemkab Bandung Barat. Sedangkan mereka mengharapkan dilakukan langkah kedaruratan yang diperlukan sebagai upaya pemulihan awal.
Baca juga : Longsor di Rongga, Jalur Penghubung Bandung Barat-Cianjur Terputus
"Sudah beberapa kali ditinjau tapi gak ada solusi konkrit. Kami sadar bahwa untuk perbaikan permanen perlu anggaran, prosedur, kajian panjang. Tapi alangkah lebih baik sediakan dulu solusi sementara buka jalur pakai alat berat, tapi gak ada sampai hari ke-9," ujarnya.
Seperti diketahui, Pemkab Bandung Barat mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Bupati berisi status tanggap darurat bencana tanah longsor di Kecamatan Gununghalu dan Rongga.
SK tersebut dimaksudkan agar longsor yang menerjang dua kecamatan tersebut bisa lebih cepat tertangani. Adapun status tanggap darurat bencana ditetapkan selama dua pekan sejak 16-24 Mei 2024. (DG/Z-7)
Sampah organik rumah tangga didominasi oleh sampah dapur dan sisa makanan saat berbuka puasa maupun sahur
Warga terdampak bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, menerima bantuan sarana sanitasi air bersih dan perlengkapan sekolah
MENSOS Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyerahkan santunan dengan total nilai Rp345 juta kepada ahli waris 23 Prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur akibat bencana tanah longsor Cisarua.
STATUS tanggap darurat bencana longsor Pasirlangu, Kecamatan Cisarua resmi dicabut pada Jumat, 6 Februari 2026. Meski demikian, proses pencarian korban masih dilanjutkan.
OPERASI pencarian korban longsor Cisarua Kabupaten Bandung Barat dipastikan akan ditutup pada Jumat (6/2) mendatang. Namun, Basarnas akan melakukan evaluasi.
Selain korban jiwa, ribuan warga yang selamat dari bencana harus diungsikan ke tempat aman. Hal ini menjadi perhatian khusus PTPN dengan langkah tanggap darurat bencana.
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved