Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BSI Maslahat bersama BSI Area Padang menyalurkan bantuan kepada penyintas banjir bandang dan longsor Sumatera Barat. Bantuan senilai Rp200 juta ini diserahkan langsung Ari Yusnairy Muslim, RCEO 3 BSI Palembang kepada Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi di kantor Gubernur Sumatera Barat.
Bantuan disalurkan dalam bentuk peralatan untuk perbaikan rumah dan kebutuhan pokok masyarakat terdampak di wilayah Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar dan Kota Bukittinggi.
RCEO 3 BSI Palembang, Ari Yusnairy Muslim, mengungkapkan keprihatinannya terhadap situasi yang dihadapi oleh masyarakat terdampak akibat banjir bandang yang melanda wilayah Sumbar.
Baca juga : Tragedi Banjir Lahar Dingin di Sumbar: Mitigasi Terabaikan, Pemetaan Lambat, Korban Berjatuhan
“Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban yang menimpa saudara kita. Selain itu, BSI dan BSI Maslahat juga turut memfasilitasi tenaga medis guna memberikan layanan kesehatan secara mobile, serta mendirikan posko dapur umum di lokasi bencana untuk menyediakan makanan bagi masyarakat penyintas banjir,” ungkap Ari melalui keterangan tertulisnya yang diterima di Jakarta, Senin (20/5).
Direktur Eksekutif BSI Maslahat, Sukoriyanto Saputro mengungkapkan bahwa BSI dan BSI Maslahat terus mengupayakan dengan cepat dalam tanggap bantu penyintas bencana.
“Kami terus berupaya untuk cepat tanggap bantu penyintas bencana. Mudah-mudahan bantuan ini bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan primer dan sekunder para penyintas.”kata Sukoriyanto Saputro melalui keterangannya yang diterima hari ini.
Baca juga : BSI Maslahat Beri Bantuan Bagi Korban Banjir di Demak
Para penyintas saat ini sangat membutuhkan bantuan kita semua. Mereka membutuhkan makanan siap saji, hygiene kit, perlengkapan ibu dan bayi, selimut, air mineral, dan alat sholat. Setiap bantuan dari kita sangat berarti bagi mereka.
BSI Maslahat adalah lembaga Amil Zakat Nasional mitra strategis dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) yang terdepan dalam menguatkan ekosistem ekonomi syariah.
Banjir bandang Sumbar berasal dari hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di wilayah setempat. Banjir bandang yang bercampur lahar dingin Gunung Marapi berdampak di beberapa titik.
Baca juga : Banjir Rusak 430 Hektare Lahan Sawah di Pasaman Barat
Daerah yang terdampak banjir dan tanah longsor, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Padang Panjang, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Lima Puluh Kota dan Kota Padang.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis pembaharuan data terakhir per Sabtu (18/5) total korban meninggal dunia sebanyak 61 orang dengan rincian 29 orang dari Tanah Datar, 22 orang dari Agam, 1 orang dari Padang Pariaman, 2 orang dari Padang Panjang, 2 orang dari Padang dan 5 orang belum teridentifikasi.
Sementara itu, pembaharuan data orang yang dilaporkan hilang dalam kejadian banjir bandang total sebanyak 14 orang. Rinciannya antara lain Kabupaten Tanah Datar 13 orang dilaporkan hilang dan Kabupaten Agam satu orang dilaporkan hilang. Serta 989 KK terdampak dan 40 orang mengalami luka-luka. (Z-8)
Syaiful enggan merinci proses penyelidikan yang dilakukan. Ia juga tak menjawab soal apakah ada rekaman kamera pengawas atau CCTV di sekitar lokasi kejadian untuk melacak pelaku.
Selama menjalankan misi kemanusiaan, tim memberikan layanan pemeriksaan kesehatan umum, pengobatan, konsultasi medis, serta edukasi kesehatan bagi warga terdampak.
Bantuan ini menjadi komitmen BUMN sektor kesehatan itu untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses perlindungan kesehatan dasar pada fase darurat bencana.
. Hujan deras yang melanda daerah tersebut selama tiga hari menyebabkan Sungai Batang Lembang dan Sungai Batang Gawan meluap.
Gunung Marapi yang terletak di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, kembali mengalami erupsi pada 3 April 2025 pukul 07:12 WIB
GUBERNUR Sumatra Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menyebut Festival Durian di Solok menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi lokal ke masyarakat luas.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menyerahkan 90 unit Huntara di Aceh Tamiang. Sinergi BUMN Danantara sediakan hunian layak pasca-bencana.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus menggenjot pengembangan layanan bullion bank atau bank emas dengan memaksimalkan pemanfaatan super apps BYOND by BSI.
Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Kamis (1/1). Dalam kesempatan tersebut
BSI menyatakan seluruh layanan dan jaringan kantor cabang di Aceh telah kembali beroperasi. Ini menandai selesainya proses normalisasi layanan perbankan BSI di wilayah yang terdampak bencana.
PERUBAHAN status Bank Syariah Indonesia (BSI) menjadi persero dinilai memperkuat posisi bank tersebut, terutama dari sisi kredibilitas dan persepsi keamanan.
PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) resmi berstatus badan usaha milik negara (BUMN) setelah negara memiliki Saham Seri A Dwiwarna. Keputusan ditetapkan dalam RUPSLB 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved