Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
RASA bahagia dan haru terpancar dari wajah Suryakanta Sarman Adam, jemaah calon haji kloter 54 JKG rombongan 4. Ia merupakan warga Perum Griya Abdi Negara, Sukabumi, Bandar Lampung, Lampung.
Suryakanta bekerja sebagai penjual tahu keliling. Ia tidak bisa menutupi rasa harunya bisa berangkat haji tahun ini.
Setelah menunggu 12 tahun jadwal berangkat dan menabung puluhan tahun, akhirnya ia bisa mewujudkan impiannya yang telah lama dicita-citakan.
Baca juga : Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang Salah Satu TPS Bandar Lampung
Berkeliling di seputaran kompleks perumahan di wilayah Sukabumi, Bandar Lampung, ia menjajakan tahu setiap hari. Tanpa didampingi sang istri, pedagang tahu keliling ini dijadwalkan berangkat pada 4 Juni 2024 dari Asrama Haji Rajabasa, Bandar Lampung.
Dari kerja keras dan hasil berjualan tahu keliling yang dilakukannya sejak 7 tahun silam, ayah tiga anak ini akhirnya mampu melunasi ongkos naik haji.
Itu berawal dari keinginannya menunaikan haji karena kerap melihat tayangan berita haji di televisi Suryakanta lalu bertekad dengan dukungan penuh keluarga.
Baca juga : Jemaah Haji Lampung Jadi Korban Hipnotis di Arab Saudi
Ia mengaku bersyukur atas anugerah dan doa dari keluarga dan para tetangganya. Mimpi puluhan tahun yang diidam-idamkan akhirnya terwujud tahun ini.
Biaya haji berasal dari uang simpanan sejak 1998 hasil berjualan tahu keliling yang diambil dari perajin tahu di wilayah Kampung Sawah, Tanjung Karang Timur. Ada pula uang tambahan dari sang istri tercinta pada 2012. Dengan modal itu Suryakanta bisa mendaftar haji.
Kini ia menunggu waktu keberangkatan pada 4 Juni mendatang. Suryakanta mengurangi waktu berjualan tahu demi persiapan keberangkatan.
Ia dibantu istri untuk menyiapan semua perlengkapan haji. Koper, kain ihram, dan perlengkapan lain sudah siap. (Z-2)
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
Kebutuhan kedelai nasional mencapai sekitar 2,9 juta ton per tahun, sementara serapan dari kedelai lokal saat ini tidak sampai 100 ribu ton.
Tempe adalah makanan fermentasi yang bergizi, murah dan relevan untuk masyarakat Indonesia.
Mengonsumsi kedelai dan kacang-kacangan tidak meningkatkan risiko asam urat, bahkan bisa memberi efek perlindungan bagi tubuh.
Meski idealnya asupan protein utama berasal dari sumber hewani, menurut ahli gizi, protein nabati dapat menjadi solusi efektif di tengah keterbatasan biaya dan akses terhadap bahan pangan.
Menurut perajin tahu dan tempe di Provinsi Lampung Sendi, kedelai impor memiliki kualitas yang lebih bagus dibandingkan kedelai lokal.
NAIKNYA harga kacang kedelai impor memukul usaha pembuatan tahu di Purwakarta, Jawa Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved