Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
ENDANG Yunita Suryani, 41, jemaah haji asal Lampung Utara yang sempat hilang selama tiga hari di Arab Saudi ternyata menjadi korban hipnotis.
Endang kehilangan sejumlah harta benda dan uang tunai senilai jutaan rupiah yang dibawanya, pada saat ia hendak pulang ke hotel penginapannya di Arab Saudi.
Pada Senin (24/7) malam, Endang bersama rombongan kloter JKG 49 jemaah haji asal Bandar Lampung dan Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, tiba di Asrama Haji Lampung.
Baca juga : Disambut Hujan, 197 Jemaah Haji Kloter 1 Tiba Di Kota Bengkulu
Kepala Kantor Wilayah Kemenag Lampung Puji Rahardjo mengatakan, Endang tiba di Lampung dengan keadaan sehat dan sudah dijemput keluarganya.
Selama tiga hari hilang di Arab Saudi, kata Puji, Endang telah menjadi korban hipnotis. Uang tunai, dompet dan ponsel miliknya raib dalam sekejab setelah dibawa orang yang tidak dikenalnya.
Baca juga : Simak Tiga Tanda Kemabruran Haji
"Endang tersadar dari hipnotis dan kembali ke hotel penginapan sehingga bisa langsung dipulangkan dengan rombongan jemaah haji berikutnya," kata Puji.
Dengan kembalinya jemaah haji kloter JKG 49 asal Bandar Lampung dan Tanggamus, maka saat ini sudah lebih dari 6.600 jemaah haji Lampung yang kembali dari Tanah Suci.
Puji mengatakan, kasus hilangnya jemaah haji ini menjadi yang pertama kalinya bagi jemaah haji Lampung. (MGN/Z-4)
Para peserta mulai menemukan nilai-nilai penting seperti kedisiplinan, kegembiraan, dan kekompakan selama mengikuti pelatihan.
Pemahaman terhadap regulasi media sosial di Arab Saudi menjadi hal penting yang wajib ketuhui, baik oleh petugas maupun jemaah haji.
Jemaah haji diharapkan mulai membangun kebiasaan positif sejak dini untuk menghadapi perbedaan iklim dan aktivitas fisik yang berat di Arab Saudi.
Metode pendidikan dan pelatihan (diklat) dengan konsep semimiliter menjadi pendekatan baru dalam membentuk karakter petugas haji yang akan melayani jemaah.
Beberapa peserta diklat diketahui mengidap penyakit yang berisiko tinggi mengganggu tugas lapangan, seperti Tuberkulosis (TB) dan gangguan ginjal.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) harus mampu menghadirkan layanan secara nyata di lapangan.
Suryo menjelaskan, motivasi utamanya membangun pabrik di Lampung Timur adalah untuk menekan angka pengangguran yang tinggi di daerah asalnya.
Disebut Masjid Batu karena sejak didirikan pada era 1970-an, dindingnya tersusun dari batu kali hasil gotong royong warga.
Jembatan gantung ini menjadi bagian dari upaya TNI mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah terpencil dan sulit dijangkau.
Program Desaku Maju–GERCEP direncanakan berlangsung dalam 58 kelas di 38 desa.
KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) menyebut bahwa tumpukan kayu yang ditemukan di wilayah pesisir Lampung bukan berasal dari banjir besar yang melanda sejumlah daerah di Sumatra.
Jajaran kepolisian siap membantu berbagai upaya kemanusiaan, termasuk pengiriman bantuan maupun dukungan operasi berbasis air apabila dibutuhkan di daerah terdampak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved