Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PASAR properti di wilayah Timur Jakarta rupanya terus mengalami perkembangan pesat. Bahkan, saat ini peminat hunian non-subsidi dengan harga kisaran Rp300 jutaan di Karawang sedang diminati.
Ketua Badan Kejuruan Teknik Kewilayahan dan Perkotaan (BKTKP) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Soelaeman Soemawinata mengatakan, perkembangan Jakarta sampai dengan Cikampek akan selalu terhubung. Garis pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut akan selalu hidup.
“Sistem megapolitan itu kan antara dua kota Metropolitan Jabodetabekjur lalu Karawang hingga Bandung ini terkoneksi satu sama lain, makanya pertumbuhan ekonomi termasuk sektor properti akan selalu tumbuh,” kata Soelaeman di Jakarta, Senin (29/4).
Baca juga : Pasar Properti Karawang Menjanjikan, Arrayan Group Bangun Socia Garden Residence
Apalagi, imbuh Soelaeman, UMK Karawang salah satu yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat sebesar Rp5,2 juta. Salah satu alasan di balik tingginya nilai investasi di Karawang adalah pembangunan infrastruktur yang sedang dikejar oleh Pemerintah, seperti proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB), dan juga tingginya permintaan sewa di daerah tersebut.
“Karawang dengan kemajuan sektor industri otomotif dan sebagai salah satu Kawasan industry terbesar di Asia Tenggara merupakan potensi untuk sektor properti untuk menyediakan hunian yang dibutuhkan,” kata dia.
Marketing Director Commercial & Ritel Arrayan Grup Stephanie Nany menyebutkan, dari hasil survei internal yang dilakukan pihaknya secara digital, demand properti di wilayah Karawang cukup tinggi. Dimana, wilayah ini terkenal juga dengan kawasan industrinya dan juga kawasan yang tengah berkembang.
Baca juga : Picu Perekonomian Karawang, Emerald Land Rogoh Kocek Rp10 M Bangun Jalan Raya
“Kita sebelum menggambangkan Socia Garden Karawang melakukan riset secara digital untuk melihat tipe apa yang paling diminati, dan harganya berapa yang bisa dibeli,” kata dia.
Menurut Stephanie, hunian dengan harga berkisar Rp300 jutaan memang paling dimnati sebagai rumah tumbuh. Hal ini lah kemudian Arrayan Grup memutuskan untuk mengembangkan Socia Garden di atas lahan 12 hektar.
“Karena sedang trend, dari sekitar 360an unit yang kami buka di tahap pertama langsung terjual sebanyak 350 unit,” kata Stephanie.
Baca juga : Infrastruktur Palembang Makin Memadai, Pengembang Ini Mulai Pengerjaan Hunian ke-2
Direktur Komersial & Retail Arrayan Group Handoko P. Anggraito menuturkan, dengan adanya insentif PPN DTP yang berlaku hingga Desember 2024 konsumen pun tidak ragu memanfatakan. Sehingga Socia Garden akan mulai diserahterimakan mulai Oktober 2024.
“Karena salah satu syarat mendapatkan PPN DTP adalah unitnya harus ready maka pembangunan kita percepat. Total 350 unit kita sedang bangun,” kata dia.
Untuk target penjualan, kata Stephani, untuk Socia Garden diprediksi sekitar Rp280 miliar atau sekitar 700 unit hunian. Adapun, pembangunan rumah 350 unit tahap pertama ini ada dua tipe yakni rumah dua lantai dengan 2 kamar tidur dan 4 kamar tidur. Sekitar akhir Mei 2024 pihaknya pun mengaku akan Kembali membuka penjualan rumah 2 lantai untuk tahap 2 sertalimited Ruko 2 lantai hanya 27 unit.
“Di tahap 1 kami hanya bisa menyerap konsumen di “Ring 1” atau konsumen sekitar karawang, namunmengingat banyak waiting list konsumen dari luarkarawang maka tahap 2 akan kami buka denganjumlah unit yang akan lebih banyak,” tandas dia. (Z-10)
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Kebijakan pemerintah memperpanjang insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 100% melalui PMK Nomor 90 Tahun 2025 dipandang sebagai stimulus positif.
INPP memasang target pertumbuhan pendapatan moderat pada 2026 di kisaran 5% hingga 10% pada 2026.
Pemerintah menegaskan komitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.
Dari sisi pengeluaran, perekonomian Jakarta masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 62,80%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 33,79%.
Secara tahunan, ekonomi DIY tumbuh sebesar 5,94% (year-on-year/yoy) dibandingkan triwulan IV-2024.
PEREKONOMIAN DKI Jakarta mencatatkan akselerasi pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025.
Ia menambahkan, pertumbuhan sektor riil bahkan melampaui laju pertumbuhan ekonomi nasional, sehingga menopang kinerja ekonomi secara keseluruhan.
Dunia usaha menilai pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 belum sepenuhnya mencerminkan akselerasi pertumbuhan yang optimal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved