Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGEMBANG properti asal Jakarta, Terrakon Properti percaya infrastruktur Palembang kini makin memadai. Hal ini dibuktikan dengan membangun proyek kedua di dekat di dekat gerbang tol Trans Sumatera ruas Palembang- Betung di atas lahan seluas 6,3 hektar.
Rencananya pembangunan proyek ini akan menelan investasi senilai Rp300 miliar. Kawasan hunian yang bertajuk Royal Grande Residences (RGR) ini akan dibangun sekitar 397 unit rumah
Untuk membangun kawasan hunian berkualitas dan elit tersebut, Terrakon Properti, ujar Nata akan menggelontorkan dana untuk investasi sekitar Rp300 miliar. Terdiri dari beberapa pilihan tipe rumah diantaranya, tipe 49 Harmoni, tipe 59 Serenity, dan tipe 72 Prosperity; kawasan hunian ini diyakini bakal menjadi primadona baru di Palembang.
Baca juga : Bangun Mal di Kawasan SouthCity, 2 Pengembang Besar Ini Berinvestasi hingga Rp1 Triliun
Marketing Director Royal Resort Residences, Nata Susanto mengatakan, hunian ini juga berada dekat dengan pusat keramaian sehingga hal ini menjadi keuntungan dan keistimewaan bagi para calon penghuni RGR.
“Kawasan kami ini memiliki kemiripan potensi untuk berkembang seperti kawasan Serpong Tangerang dengan dukungan infrastruktur yang cukup memadai seperti adanya kantor pemerintahan, transportasi yang teritegrasi seperti Transmusi yang melewati hingga jalan tegal binangun, lalu adanya rangkaian Light Rail Transit dengan depo stasiunnya juga berada di tegal binangun Jakabaring,” ujar Nata dlama keterangan resmi yang diterima, Sabtu (23/3).
Terrakon Properti dikenal sebagai pengembang yang sukses mengembangkan kawasan pemukiman berkelas di Palembang. Proyek pertama perusahaan yang berbasis di Jakarta ini bertajuk Royal Resort Residences (RRR) di Jakabaring, Palembang.
Baca juga : Potensi Berinvestasi Properti Semakin Baik di 2023, Sky House Alam Sutera+ semakin Diburu
Nata mengatakan, Royal Grande Residences terdiri dari beberapa pilihan tipe rumah mulai dari tipe 49 hingga tipe 72. Adapun, harga yang ditawarkan mulai dari Rp500 jutaan.
Promotion Manager Terrakon Properti Hengky Gunawan menyampaikan, Terrakon Properti belum lama ini baru melakukan proses peletakan batu pertama untuk rumah contoh proyek Royal Grande Residences. Peletakan batu pertama ini ditempuh untuk menunjukkan komitmen tinggi pengembang kepada calon konsumen.
“Setelah semua peraturan-peraturan yang terkait legalitas telah tuntas dengan baik, Kami segera melakukan proses pembangunan rumah contoh bahkan untuk semua tipe yang ada di RGR,” kata Hengky.
Itu semua dilakukan oleh pengembang karena tipikal konsumen Palembang adalah harus melihat rumahnya untuk meyakinkan kepastian mereka dalam membeli hunian.
“Di Palembang ini konsumennya sangat teliti dan hati-hati sekali. Makanya mereka tidak mau beli properti tanpa melihat produknya seperti apa agar mendapatkan kesan dan ambience dari produk incarannya,” tambah Hengky. (Z-10)
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh dengan dukungan developer sebagai mitra strategis, memperkuat sektor properti dan program perumahan nasional.
Presiden Direktur BCA, Hendra Lembong, mengungkapkan produk KPR fix berjenjang ini memang salah satunya dikhususkan untuk generasi muda.
Kombinasi lokasi strategis, reputasi pengembang dan dukungan insentif pemerintah menciptakan proposisi nilai yang kompetitif bagi calon pembeli.
MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung.
Dengan populasi besar, pertumbuhan hunian baru yang berkelanjutan, daya beli yang relatif stabil, Surabaya menjadi salah satu motor utama pertumbuhan sektor properti nasional.
Tahun 2025 menjadi periode penuh tantangan, namun sekaligus fase konsolidasi bagi para pelaku industri properti.
Makhruzi mengatakan pihaknya berencana memperkuat fungsi sosial PLBN tidak hanya sebagai pintu perlintasan, tetapi juga pusat layanan masyarakat.
Seorang pelajar tewas dalam kecelakaan di Jalan Matraman Raya, Jakarta Timur, setelah terjatuh akibat jalan berlubang, Senin pagi.
Berdasarkan hasil kajian tim Kementerian PU bersama Universitas Syiah Kuala (USK) ditemukan adanya pergerakan air bawah tanah yang memicu ketidakstabilan lereng.
Rapat konsolidasi membahas klaster infrastruktur, mencakup jalan, jembatan permanen, jembatan bailey, serta infrastruktur sungai seperti irigasi, daerah aliran sungai hingga sumur bor.
Ayedh Dejem Group, perusahaan konstruksi dan pengembangan asal Emirat Arab, mengumumkan investasi sekitar Rp4 triliun di Ibu Kota Nusantara (IKN).
Jalan rusak sering kali menjadi penyebab kecelakaan fatal bagi pengendara motor, terutama saat musim hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved