Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Pembiayaan Rumah Syariah Melaju Berkat Hal Ini

Ade Hapsari Lestarini 
08/2/2026 19:56
Pembiayaan Rumah Syariah Melaju Berkat Hal Ini
Pembiayaan perumahan syariah terus tumbuh.(Dok. BSN)

BANK Syariah Nasional (BSN) menegaskan pentingnya peran developer sebagai mitra strategis dalam memperkuat ekosistem pembiayaan perumahan syariah. Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan untuk mendorong pertumbuhan sektor properti sekaligus mendukung program perumahan nasional.

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menyampaikan bahwa developer memiliki posisi krusial dalam memperluas pembiayaan perumahan syariah secara berkelanjutan. Karena itu, BSN mengambil inisiatif mempererat kolaborasi dengan para pengembang melalui pendekatan kemitraan yang lebih intensif.

“Developer adalah ujung tombak industri perumahan. Kami ingin memperkuat kemitraan strategis sekaligus memberikan apresiasi kepada para developer yang selama ini berkontribusi besar terhadap pertumbuhan bisnis BSN,” ujar Alex dilansir dari Metrotvnews, Minggu (8/2).

Dalam acara Developer Gathering 2026 di Bandung yang dihadiri 79 developer mitra BSN di Jawa Barat, Alex memaparkan capaian kinerja perusahaan sepanjang 2025. BSN mencatat pertumbuhan aset sebesar 20,51% dan pembiayaan tumbuh 25,02% secara tahunan (year-on-year).

Menurut Alex, pencapaian tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang solid dengan para developer. Sektor perumahan menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan pembiayaan BSN.

Hingga akhir 2025, BSN juga memperluas jaringan layanan dengan 118 outlet perbankan, terdiri dari 36 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu, serta didukung 589 Kantor Layanan Syariah di berbagai wilayah Indonesia.

Developer Gathering 2026 diselenggarakan di empat kota utama, yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Semarang. Keempat kota ini dipilih sebagai pilot project karena kontribusinya yang signifikan terhadap pembiayaan perumahan BSN.

“Empat kota ini memiliki volume transaksi, pertumbuhan proyek, dan kontribusi pembiayaan yang besar terhadap bisnis BSN,” jelas Alex.

Ke depan, BSN memastikan program serupa akan diperluas ke kota-kota lain sebagai bagian dari strategi membangun ekosistem pembiayaan perumahan syariah secara end-to-end, mulai dari pembiayaan lahan, konstruksi, hingga kepemilikan rumah.

Portofolio Didominasi Pembiayaan Perumahan

Direktur Consumer Banking BSN, Mochamad Yut Penta, menjelaskan bahwa hingga 2025, sekitar 98% portofolio pembiayaan BSN berada di sektor perumahan. Dari total tersebut, 63% disalurkan melalui KPR subsidi, 31% KPR nonsubsidi, dan 4% pembiayaan konstruksi.

“Selama lebih dari 20 tahun beroperasi, BSN telah menyalurkan pembiayaan kepada sekitar 450 ribu nasabah,” ungkap Penta.

Kontribusi BSN terhadap program pemerintah juga terlihat dari penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).

Pada 2025, realisasi FLPP nasional mencapai 278.868 unit. BTN Group yang terdiri dari BTN dan BSN menguasai hampir 70% pangsa penyaluran nasional.

SEVP Chief of Commercial Banking BSN, Maqin U Norhadi, menambahkan bahwa pembiayaan komersial BSN terus meningkat seiring akselerasi ekspansi bisnis.

Total realisasi pembiayaan komersial periode 2020-2025 mencapai Rp12,39 triliun, dengan rincian Yasa Griya Rp7,93 triliun (64%) dan Non Yasa Griya Rp4,45 triliun (36%).

Alex menegaskan BSN akan terus membuka peluang bisnis baru yang berkelanjutan dengan tetap berlandaskan prinsip syariah. Fokus sektor perumahan dinilai selaras dengan konsep Maqashid Syariah karena properti merupakan aktivitas ekonomi riil, produktif, dan nonspekulatif.

Pendekatan ini semakin memperkuat posisi BSN sebagai mitra pembiayaan jangka panjang yang mengedepankan transparansi akad serta kemitraan berkelanjutan dengan nasabah dan pengembang. (Metrotvnews/Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya