Headline

Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.

Tahun 2026 Diharapkan Jadi Momentum Emas Kebangkitan Properti

Indrastuti
06/2/2026 19:27
Tahun 2026 Diharapkan Jadi Momentum Emas Kebangkitan Properti
Ilustrasi(Dok Ist)

TAHUN 2026 menjadi titik balik krusial ketika fase wait and see telah berakhir berganti menjadi fase ekspansi dan realisasi investasi.

Jika data sepanjang 2024 menunjukkan minat membeli rumah tumbuh 78,6% (YoY), maka tahun 2026 diprediksi mengalami pertumbuhan, terutama bagi peminat rumah tapak dan apartemen transit oriented development (TOD).

"Kami melihat 2026 sebagai momentum emas kebangkitan properti. Momentum ini didukung stimulus PPN DTP 100% untuk hunian hingga Rp2 miliar (sesuai PMK No 90 Tahun 2025), yang secara signifikan akan meringankan biaya pembelian properti bagi masyarakat," kata Presiden Direktur Panorama Media Royanto Handaya di Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya meluncurkan MegaProperty Expo 2026, sebuah pameran properti terintegrasi yang mempertemukan developer dengan segmen B2B dan B2C.

Berkolaborasi dengan Synergy Developers Indonesia, pameran berskala internasional ini akan digelar pada 4–7 Juni 2026 di NICE, PIK 2, dengan fokus pada solusi residensial, komersial, dan investasi.

"Melalui konsep B2B2C di MegaProperty Expo, kami menghadirkan ekosistem terintegrasi yang menyatukan hunian impian dengan inovasi material dari Megabuild dan Keramika untuk mempercepat keputusan bisnis serta akselerasi penjualan," ujar Royanto.

Ia menjelaskan peluncuran MegaProperty Expo 2026 bertepatan dengan tren ekonomi positif, yakni pertumbuhan Indonesia yang diprediksi mencapai 4,9%-5,7%.

"Sektor properti diperkirakan tumbuh optimistis hingga 8% (yoy), atau sekitar 1,5 hingga 1,7 kali lipat dari PDB nasional," katanya.

Ia menerangkan selama empat hari, rangkaian MegaProperty Expo, Megabuild Indonesia, dan Keramika Indonesia 2026 ditargetkan menjaring sekitar 50 ribu pengunjung untuk membuka jangkauan promosi dan interaksi bisnis yang lebih luas bagi peserta pameran.

"Harapan kami melalui MegaProperty Expo, yang digelar bersamaan dengan Megabuild Indonesia dan Keramika Indonesia ini dapat menjadi ekosistem strategis yang membantu akselerasi bisnis para exhibitor," pungkas Royanto.

Founder Synergy Developers Indonesia Ismet Natakarmana menambahkan tahun 2026 merupakan momentum bagi developer untuk kembali agresif dalam mengambil peluang pasar.

"Bagi developer, inilah saatnya bertindak cepat dan berkolaborasi. Pameran ini menciptakan ekosistem lengkap yang mempertemukan developer dengan konsumen sekaligus tren material terbaru. Integrasi ini krusial untuk memperkuat brand presence, menumbuhkan kepercayaan pasar dan mempercepat realisasi proyek properti tahun 2026," ungkap Ismet. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya