Headline

Faktor penyebab anak mengakhiri hidup bukan tunggal.

Interaksi Arsitektur, Seni, dan Ekspresi lewat Pameran Bilik Karya

Indrastuti
05/2/2026 22:04
Interaksi Arsitektur, Seni, dan Ekspresi lewat Pameran Bilik Karya
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PAMERAN arsitektur tidak harus kaku atau membosankan, melainkan juga bisa diwujudkan sebagai ruang yang hidup, ramai, dan penuh interaksi. Ini seperti terlihat pada Bilik Karya, pameran arsitektur yang digagas mahasiswa baru angkatan 2025 Arsitektur Universitas Trisakti di bawah naungan Himpunan Mahasiswa Arsitektur Adhistana Universitas Trisakti. Pameran yang terbuka untuk umum dan dapat diakses gratis dikemas jadi sebuah pameran aktif. Pengunjung tidak sekadar melihat, tetapi diajak terlibat langsung.

Salah satunya yang paling diminati pengunjung adalah AR Treasure Hunt, sebuah pengalaman eksplorasi ruang berbasis augmented reality. Lewat program ini, pengunjung berkeliling area pameran sambil menyelesaikan tantangan, sehingga membuat suasana pameran terasa bermain sekaligus belajar.

Terbukti, selama dua hari pameran yang berakhir pada Kamis (5/2/2026), ratusan pengunjung datang silih berganti. Bukan hanya dari mahasiswa internal, pameran bertema Bilik Karya 2026: Selaras ini juga menarik perhatian mahasiswa dari universitas lain, siswa SMA hingga masyarakat umum yang datang dengan rasa penasaran.

“Gagasan besar selalu berangkat dari langkah-langkah yang kecil. Bilik karya jadi bukti bahwa pemikiran yang selaras antara proses belajar, diskusi, dan praktik mampu melahirkan pameran bermakna akademik,” ujar Wakil Rektor I Universitas Trisakti Muhammad Burhannudinnur.

Turut hadir melihat pameran tersebut, Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Trisakti Mohammad Ischak, beserta jajaran dan Ketua Jurusan Arsitektur Universitas Trisakti Inavonna.

Ketua Jurusan Arsitektur Universitas Trisakti Inavonna menambahkan pameran Bilik Karya menjadi bukti pendampingan yang positif antara mahasiswa senior dan junior dapat membentuk proses belajar yang sehat dan kolaboratif.

"Melalui proses ini, mahasiswa tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga belajar berproses, berdiskusi, dan juga bertanggung jawab secara akademik,” ungkap Inavonna.

Menurut dia, Bilik Karya bukan hanya soal memamerkan karya mahasiswa baru, tetapi tentang bagaimana ruang dapat dihidupkan dan dibuka untuk semua.

Menurut dia, pameran ini jadi tempat bertemu antara karya, pengalaman, dan manusia sebagai sebuah ruang ramah, terbuka, dan mengajak siapapun untuk datang tanpa rasa sungkan.

"Lewat Bilik Karya, mahasiswa baru tak hanya belajar merancang ruang, tetapi juga belajar menghidupkannya. Dan bagi pengunjung, pameran ini jadi bukti arsitektur bisa dinikmati dengan cara yang seru, dekat, dan gratis," pungkasnya.

Bukan hanya pameran, rangkaian acara diisi juga dengan talkshow, live sketch, hingga live music yang dibawakan langsung oleh mahasiswa baru sebagai penutup.

Salah satu narasumber seminar Ar Harly Valiant Novian merespons acara itu secara positif. Menurutnya, perpaduan diskusi, proses kreatif, dan hiburan menunjukkan bahwa arsitektur bisa berdampingan dengan seni dan ekspresi.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik