Headline

BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.

Indonesia Perkuat Akses Pasar Furnitur Global Melalui Integrasi Platform IMMF CONNECT 2026

Basuki Eka Purnama
29/1/2026 18:25
Indonesia Perkuat Akses Pasar Furnitur Global Melalui Integrasi Platform IMMF CONNECT 2026
Konferensi pers IMMF Connect(MI/HO)

INDUSTRI mebel dan furnitur Indonesia kini tengah bersiap mengambil lompatan besar untuk memperkuat penetrasi di pasar internasional. Meski menempati peringkat kedua subsektor kerajinan dengan kontribusi ekspor sebesar 12,2% pada 2025, pangsa pasar Indonesia di kancah global saat ini masih tertahan di bawah 1%.

Guna menjawab tantangan konektivitas rantai nilai dan akses pasar, Amara Group bersama Koelnmesse GmbH mengumumkan integrasi strategis empat pameran dagang utama ke dalam satu platform terpadu: Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture (IMMF) Connect.

Sinergi Hulu ke Hilir

Mulai 2026, rangkaian pameran ini akan digelar secara co-located pada 23-27 September 2026 di dua lokasi sekaligus, yakni NICE PIK 2 dan JIExpo Kemayoran, Jakarta. 

Platform ini menyatukan empat pameran besar: IFFINA+, interzum jakarta, International Hardware Fair Indonesia, serta IFMAC WOODMAC yang dikelola bersama Wakeni.

Mathias Küpper, Managing Director dan Regional President Asia Pacific Koelnmesse Pte Ltd, menekankan bahwa penyelarasan lintas sektor ini adalah tonggak penting bagi industri di kawasan Asia-Pasifik.

"Dengan menyatukan material, manufaktur, dan furnitur dalam satu ekosistem terkoordinasi, Indonesia memperkuat efisiensi industrinya sekaligus meningkatkan daya saing sebagai pusat manufaktur regional," ujar Mathias.

Mengoptimalkan Potensi Domestik dan Global

Integrasi ini tidak hanya membidik pasar luar negeri seperti Amerika Serikat dan Eropa, tetapi juga merespons dinamika positif di pasar domestik. 

Pada kuartal pertama 2025, penjualan rumah kecil melonjak hingga 83,97 persen, yang secara otomatis memicu permintaan tinggi terhadap furnitur dan interior. Menariknya, pertumbuhan ini juga mulai bergeser ke kota-kota sekunder seperti Pekanbaru dan Pontianak.

Ketua ASMINDO, Dedy Rochimat, menyatakan bahwa inisiatif ini sangat mendukung cara kerja industri modern.

"Penyelarasan ini menyatukan berbagai platform industri utama sesuai dengan cara industri furnitur bekerja saat ini. Inisiatif ini mendukung pengembangan bisnis dan perluasan akses pasar melalui platform industri yang menyeluruh dari hulu ke hilir," jelas Dedy.

Target dan Partisipasi Internasional

IMMF CONNECT 2026 ditargetkan menghadirkan sekitar 800 eksibitor dan 15.000 pengunjung dari 20 negara, termasuk Jerman, Italia, Korea Selatan, hingga Amerika Serikat. 

Selain menjadi ajang bisnis bagi pemain besar, pameran ini tetap inklusif dengan membuka ruang bagi UMKM, di mana sekitar 50 persen peserta pameran IFFINA merupakan pelaku usaha nasional skala kecil dan menengah.

Melalui kolaborasi hexahelix antara pemerintah, akademisi, hingga investor, ekosistem ini diharapkan mampu melahirkan inovasi desain yang adaptif terhadap kebutuhan pasar global masa kini. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya