Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Empat Pameran Raksasa Siap Satukan Rantai Pasok Furnitur Indonesia pada September 2026

Basuki Eka Purnama
19/1/2026 19:57
Empat Pameran Raksasa Siap Satukan Rantai Pasok Furnitur Indonesia pada September 2026
Ilustrasi(MI/HO)

INDONESIA bersiap menjadi pusat perhatian industri furnitur dunia melalui penyelenggaraan Indonesia Materials, Manufacturing & Furniture Connect. Agenda besar ini akan menyatukan empat pameran dagang utama secara bersamaan pada 23–27 September 2026 di dua lokasi, yakni NICE PIK 2 dan JIExpo Kemayoran.

Langkah ini merupakan kolaborasi strategis antara Amara Group dan Koelnmesse GmbH untuk menghadirkan ekosistem industri yang komprehensif. Berikut adalah profil empat pameran yang menjadi pilar utama dalam agenda tersebut:

1. Interzum Jakarta (Sektor Hulu)

Menempati posisi di bagian hulu, pameran ini berfokus pada penyediaan material dan komponen dasar. Pengunjung akan menemukan berbagai inovasi permukaan (surfaces), komponen furnitur, hingga solusi produksi interior. 

Interzum Jakarta dirancang untuk mempertemukan produsen dengan pemasok bahan baku berkualitas tinggi yang menjadi fondasi estetika dan kekuatan produk furnitur.

2. IFMAC WOODMAC (Sektor Menengah)

Di segmen manufaktur, IFMAC WOODMAC hadir sebagai platform penyedia teknologi produksi. Pameran ini menampilkan mesin-mesin perkayuan canggih dan sistem manufaktur skala industri. 

Fokus utamanya adalah transformasi teknologi yang memungkinkan pelaku industri meningkatkan efisiensi dan kapasitas produksi guna memenuhi permintaan pasar global yang kian dinamis.

3. IFFINA+ (Sektor Hilir)

Sebagai wajah dari produk jadi, IFFINA+ berperan sebagai platform furnitur, desain, dan produk gaya hidup. Mulai 2026, pameran ini bertransformasi menjadi IFFINA powered by imm cologne. 

Identitas baru ini membawa standar pameran internasional ke Indonesia, menghubungkan kreator lokal dengan jejaring global untuk memamerkan produk-produk siap pasar yang mengedepankan desain dan inovasi.

4. International Hardware Fair Indonesia (Sektor Pendukung)

Melengkapi rantai nilai tersebut, pameran ini mencakup sektor perangkat keras dan perkakas tangan (tools). 

Kehadirannya memberikan solusi teknis bagi kebutuhan manufaktur dan perakitan, memastikan seluruh kebutuhan teknis produksi tersedia dalam satu pekan pameran yang terkoordinasi.

Ketua Umum ASMINDO, Dedy Rochimat, menekankan bahwa penyatuan empat platform ini selaras dengan kebutuhan industri saat ini.

“Penyelarasan ini menyatukan berbagai platform industri utama sesuai dengan cara industri furnitur bekerja saat ini. Inisiatif ini mendukung pengembangan bisnis serta akses ke pasar internasional melalui platform industri menyeluruh dari hulu ke hilir,” tuturnya.

Optimisme serupa disampaikan oleh Mathias Küpper dari Koelnmesse Pte Ltd yang menyatakan bahwa konsep co-location ini akan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis manufaktur strategis di Asia-Pasifik. 

Dengan integrasi ini, para pelaku bisnis tidak hanya mendapatkan akses pasar, tetapi juga ruang untuk pertukaran pengetahuan dan kolaborasi lintas sektor yang lebih efisien. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik