Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
REKAYASA lalu lintas one way periode arus balik Hari Raya Idul Fitri 1445H/Tahun 2024 di Jalan Tol Trans Jawa dari Semarang sampai dengan Cikampek diberlakukan. Rekayasa lalu lintas one way ini diberlakukan pada hari Sabtu (13/04) sejak pukul 15.00 WIB. Sebelumnya telah dilakukan pembersihan jalur selama dua jam sejak pukul 13.00 WIB.
Marketing and Communication Department Head Jasa Marga Faiza Riani menjelaskan bahwa diberlakukannya rekayasa lalu lintas one way berdasarkan indikator volume lalu lintas dari traffic counting yang terletak di sepanjang KM 414 Jalan Tol Batang-Semarang sampai KM 190 Jalan Tol Palikanci, yang dipantau selama 3 jam.
"Dengan berakhirnya titik one way di KM 72, maka pengguna jalan dari Jakarta yang menuju arah Jalan Tol Cipali/Jalan Tol Trans Jawa akan dialihkan akses keluar GT Cikampek KM 72. Jalan Tol Jakarta-Cikampek dan melanjutkan perjalanannya melalui jalan nasional Pantura. Sedangkan untuk rute pengguna jalan dari arah Jakarta menuju arah Bandung masih berlaku normal," jelas dia, Minggu (13/4).
Baca juga : Kakorlantas: One Way Arus Balik dari GT Kalikangkung Dimulai Pukul 14.00 WIB
Ia mengatakan, mengingat pada arus mudik kemarin juga telah diberlakukan sejumlah rekayasa lalu lintas, untuk memastikan kelancaraan arus lalu lintas pada arus balik ini pihaknya terus berkolaborasi dengan pihak Kepolisian, KemenkoPMK, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PUPR. Koordinasi ini dilakukan demi pemantauan indikator volume lalu lintas jalan tol melalui traffic counting yang menjadi rekomendasi pemberlakuan skenario rekayasa lalu lintas yang diperlukan.
Untuk pengguna jalan yang melalui jalur one way, Jasa Marga mengimbau untuk tidak euforia dalam berkendara. Tetap mematuhi batas kecepatan yang dipersyaratkan. Dilarang berpindah jalur di lokasi yang tidak seharusnya, dilarang menerobos pembatas untuk berpindah jalur dan juga dilarang untuk pindah lajur secara tiba-tiba.Hal ini tidak hanya membahayakan diri sendiri namun juga pengendara lainnya.
"Selain itu, pengguna jalan agar tidak berhenti di bahu jalan saat berada di jalur one way kecuali dalam kondisi darurat. Rest area di rute jalan tol yang diberlakukan one way tetap beroperasi normal, termasuk rest area yang berada di arah sebaliknya/jalur kanan," tandas dia. (Z-10)
MEMASUKI puncak arus mudik, ribuan kendaraan memadati ruas Tol Cipali Subang, Jawa Barat.
Volume kendaraan di Tol Cipali melonjak 74% pada H-3 Lebaran (18/3/2026). Simak update arus lalu lintas, titik perlambatan, dan imbauan Astra Tol Cipali di sini.
Arus mudik H-4 Lebaran 2026 di Jalur Pantura Pamanukan Subang mulai padat imbas One Way Tol Cipali. Cek kondisi terkini dan titik macet di sini.
One way tahap I resmi berlaku di Tol Cipali KM 72-188 mulai Selasa sore (17/3). Volume kendaraan naik 27%! Simak detail jadwal dan imbauan petugas di sini
Senin (16/3) mulai pukul 00.00 hingga 12.00 WIB, tercatat sekitar 25.000 kendaraan melintasi tol Cikopo menuju Cirebon, lebih rendah pada jam yang sama pada Minggu (15/3).
Angka tersebut meningkat sekitar 11,3% dibandingkan volume lalu lintas pada periode yang sama sehari sebelumnya.
Dampak cuaca ekstrem ini, bencana angin puting beliung juga menerjang Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan.
Terbukti, dengan diperbaikinya salah satu akses di lingkungan KITB tersebut. Sehingga, mempermudah mobilitas untuk menuju KITB dari Banyuputih menuju Kedawung di KEK Industropolis Batang.
Keduanya ditangkap setelah melakukan perampokan dengan modus meracuni seorang tukang ojek menggunakan kecubung hingga menyebabkan korban meninggal dunia.
Geliat investasi ini merupakan sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi dan perlu terus diperkuat melalui kepastian lahan dan percepatan perizinan.
Pelari dari berbagai daerah di Indonesia kembali meramaikan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) RUN 2025, di Kabupaten Batang, Jawa Tengah (Jateng)
Keberhasilan Batang Run 2025 menjadi momentum penting bagi pengembangan pariwisata pesisir. Apalagi dengan jumlah peserta jauh di atas ekspektasi awal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved