Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KECAMATAN Lunang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat (Sumbar) di kembali dilanda hujan lebat pada Senin (1/4).
Camat Lunang Sunardi mengatakan, akibat intensitas hujan yang cukup tinggi satu nagari di Kecamatan Lunang, banjir kembali terjadi di Nagari Sindang.
"Banjir terjadi sore tadi sekitar pukul 15.30 WIB, akibat curah hujan yang cukup tinggi," sebutnya.
Baca juga : Cuaca Ekstrem dan Bencana Hidrometeorologi akan Dominasi Pekan Mudik, Waspada!
Disampaikannya, akibat banjir tersebut akses jalan nasional Lunang-Tapan sempat tidak bisa dilalui, dan terjadi kemacetan lalu lintas sekitar satu jam.
Kemudian, berdasarkan laporan yang diterima banjir juga merendam 9 rumah warga.
"Sekarang sudah surut, dampak banjir Alhamdulillah tidak ada kerusakkan yang berarti dan aktivitas kembali normal seperti biasanya," kata Camat Sunardi.
Baca juga : Pesisir Selatan Anggarkan Rp28 Miliar untuk Perbaikan Jalan Jembatan
Sementara itu, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pesisir Selatan, Defrisiswardi mengatakan, banjir kali ini disebabkan Sungai Lasi Sindang Lunang meluap.
"Belum ada laporan kerugian ataupun korban terkait banjir tersebut. TRC BPBD dan Forkopimca Lunang masih melakukan asesmen dan pemantauan di lokasi banjir," pungkasnya.
Maret lalu, Pesisir Selatan juga diterjang banjir disertai tanah longsor, dan banjir bandang. Akibat peristiwa itu, puluhan orang
meninggal.
BMKG menyebutkan, kawasan pesisir barat Sumatra Barat masih dibayangi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana hidrometeorologi beberapa waktu ke depan. (Z-6)
Total korban meninggal dunia akibat bencana hidrometeorologi di tiga provinsi mencapai 1.198 orang, sementara korban hilang tercatat sebanyak 144 orang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Bahkan banjir merendam sejumlah daerah tersebut, juga mengakibatkan kerusakan sejumlah infrastruktur seperti tanggul jebol, jalan l, jembatan hingga sejumlah perkantoran dan sekolah rusak
Kementerian Pertanian mulai bergerak memulihkan ribuan hektar lahan pertanian yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di Sumatra Barat (Sumbar).
Di Indonesia, bencana jenis ini menyumbang lebih dari 90% dari total kejadian bencana setiap tahunnya.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
Bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November lalu meninggalkan dampak serius bagi petani, pekebun, dan petambak.
Selain itu, perhatikan tanda alam seperti awan Cumulonimbus yang berbentuk seperti bunga kol berwarna gelap, yang seringkali menjadi penanda akan terjadinya hujan lebat disertai petir.
DALAM empat hari puluhan bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin puting beliung melanda Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.
Pasca-longsor Citeureup, Bogor,BMKG ingatkan potensi pergerakan tanah di Jawa Barat Selatan hari ini 13 Januari 2026 serta potensi cuaca ekstrem dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat akibat cuaca ekstrem yang meluas di berbagai wilayah Indonesia pada periode 13–19 Januari 2026.
Sementara itu, cuaca ekstrem berupa angin kencang merusak rumah warga di Bekasi dan Sukabumi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved