Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
HUJAN deras yang mengguyur Kota Padang sejak siang hingga malam hari, Kamis (7/3), dan berlanjut pada Jumat (8/3), mengakibatkan bencana banjir di sejumlah titik di Kota Padang, Sumatra Barat.
Wakil Wali Kota Padang, Ekos Albar mengatakan saat ini fokus utama Pemerintah Kota Padang adalah mengevakuasi warga yang terdampak banjir.
"Kita memfokuskan titik-titik evakuasi di sekolah dan masjid. Hampir di tiap kecamatan ada kawasan yang dilanda banjir," kata Ekos.
Baca juga : Banjir 1,5 Meter Rendam Rumah Warga di Koto Tengah Padang
Ia mengungkapkan, tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya tengah bekerja sama untuk mengevakuasi warga.
"Jadi fokus kita saat ini mengevakuasi warga yang terdampak banjir," jelasnya.
Pemkot Padang bersama Forkopimda turun langsung membantu warga yang terdampak banjir di daerah rawan banjir seperti Koto Baru, Lubeg, Dadok Tunggul Hitam, Rawang, dan sejumlah kawasan lainnya.
Baca juga : BPBD Padang Evakuasi Puluhan Warga yang Terjebak Banjir di Alai Parak Kopi
"Kita saat ini siaga 1. Kita juga sudah mendistribusikan perahu karet," jelas Ekos.
Ia mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan segera menyampaikan informasi jika terjadi bencana melalui Padang Command Center 112 atau RT/RW setempat.
"Bencana ini harus kita hadapi dengan sabar. Mari kita berdoa agar hujan di Kota Padang bisa segera reda dan banjir kembali surut. Kita juga berdoa agar tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir ini," imbaunya. (Z-6)
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
“Saat ini progres sudah mencapai 98%. Tinggal 2% lagi, berupa penutupan U-ditch dan finishing,”
Pemerintah Kota (Pemko) Padang terus mendorong percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana alam.
KEBUTUHAN akan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana di Kota Padang terus meningkat seiring berulangnya banjir yang melanda wilayah tersebut.
Akses utama ke kawasan terdampak banjir bandang bulan lalu di Batu Busuk itu kini terputus karena banjir susulan.
PEMERINTAH Kota Padang akhirnya mencairkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi korban terdampak banjir yang terjadi akhir November lalu.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa banjir.
Menurut BPBD, korban meninggal dunia merupakan warga Pacitan yang tertimpa reruntuhan dinding saat gempa terjadi.
Ada dua fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan, yaitu Sekolah Dasar (SD) Jetis dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) 1 Jetis, dengan kerusakan cukup berat.
Analisa cuaca harian menjadi pijakan utama dalam pengambilan keputusan strategis.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan penanganan bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal tidak boleh berhenti pada fase tanggap darurat.
BPBD Kudus mengatakan longsor terjadi di Desa Rahtawu, Kecamatan Gebog tersebut karena intensitas hujan yang sangat lebat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved