Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
LONJAKAN kunjungan wisatawan selama libur Idul Fitri 1447 Hijriah berdampak langsung pada estetika dan kebersihan kawasan wisata Pantai Padang, Sumatra Barat. Volume sampah yang meningkat drastis memaksa petugas kebersihan bekerja ekstra keras guna menjaga daya tarik destinasi unggulan tersebut.
Pantauan di lapangan pada Rabu (25/3), sisa konsumsi wisatawan tampak berserakan di beberapa titik bibir pantai. Kondisi ini menuntut intervensi masif dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang melalui pengerahan personel 'Pasukan Oranye'.
Anggota Kebersihan DLH Kota Padang, David, mengakui bahwa beban kerja pada masa libur Lebaran tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan hari biasa. Kondisi lapangan dinilai cukup menantang bagi petugas di garda terdepan. "Kalau untuk pas Lebaran ini sangat ekstrem, sampahnya terbilang banyak," ungkap David saat ditemui di kawasan Pantai Padang, Rabu (25/3).
Untuk menangani persoalan tersebut, DLH telah menyiagakan tiga armada pengangkut sampah. Alur pembuangan juga dipercepat melalui tiga titik transit utama, yakni di Koto Marapak, Muaro, dan Simpang Gaung (Simpago).
Minimnya Kesadaran Pelaku Usaha
Meski sarana tempat sampah telah tersedia di berbagai sudut strategis, kedisiplinan pengunjung dan pedagang lokal masih menjadi kendala utama. Hendri, petugas DLH lainnya, menyoroti pola perilaku pedagang yang belum sepenuhnya mendukung upaya kebersihan lingkungan.
"Kebiasaan beberapa oknum pedagang, pagi jualan, sampahnya dibuang ke pantai, tidak dimasukkan ke karung. Akibatnya pengunjung pun ada yang ikut-ikutan,” jelas Hendri.
Ia menegaskan pentingnya tanggung jawab kolektif dalam menjaga keberlangsungan objek wisata yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat setempat tersebut.
"Pesan kami, setelah berjualan tolong dibersihkan. Jangan buang sampah ke pantai, apalagi lempar bekas kelapa sembarangan. Bak sampah sudah ada, mari buang pada tempatnya,” tegasnya.
Pihak DLH berharap kolaborasi aktif antara wisatawan, pedagang, dan pemerintah dapat terus ditingkatkan agar keasrian Pantai Padang tetap terjaga, terutama pada momentum libur nasional yang selalu padat pengunjung. (YH/P-2)
LIBUR lebaran 2026 terbilang cukup panjang. Kondisi cuaca di beberapa daerah sejak beberapa hari belakangan cukup berfluktuasi.
Pemkot Padang dan Kadin Indonesia membangun 10 huntap bagi penyintas bencana November 2025, yang menjadi pertama di provinsi itu.
Polresta Padang kerahkan 600 personel gabungan amankan Ramadan 1447 H. Fokus tekan tawuran, balap liar, dan peringatan larangan Balimau di sungai.
Kondisi saluran irigasi Gunung Nago arah kiri, tepatnya di depan SMA 9 Padang, mengalami pendangkalan serius akibat tumpukan sedimen.
“Saat ini progres sudah mencapai 98%. Tinggal 2% lagi, berupa penutupan U-ditch dan finishing,”
Tim juga memberikan edukasi kepada pengunjung agar berani melapor jika menemukan praktik yang mencurigakan.
Fenomena post holiday blues atau penurunan suasana hati merupakan hal yang wajar.
IHSG menguat pada awal perdagangan usai libur panjang Nyepi dan Lebaran.
Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan menargetkan nol kecelakaan laut selama libur Lebaran di kawasan wisata pantai. Pengawasan dan patroli keselamatan ditingkatkan di wilayah pesisir.
Kunjungan wisatawan di Pantai Indah Bosowa, Makassar, Sulawesi Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved