Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGAI generasi muda yang penuh kesadaran akan keberlanjutan lingkungan, Puteri Indonesia DIY 2024, Sophie Kirana, 23 berkomitmen dalam mendukung program pemerintah terkait Net Zero Carbon Program dan program Social Development Goals (SDGs) tentang perubahan iklim. Sophie, panggilan akrabnya melakukan tindakan nyata melalui konservasi mangrove dan pelepasan anak penyu (tukik) ke habitat alaminya. Kegiatan ini berlangsung di Pantai Trisik, Banaran, Galur, Kulon Progo, Yogyakarta, pekan lalu.
Kegiatan konservasi itu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk komunitas pecinta penyu, komunitas mangrove, kelompok sadar wisata Kelurahan Banaran, komunitas penggiat lingkungan, dan masyarakat setempat. Menurut Sophie kegiatan itu dilaksanakan sebagai ekspresi kesadaran dan kepedulian terhadap kondisi lingkungan yang semakin mengkhawatirkan. Dampak yang ditimbulkan oleh perubahan iklim telah merugikan ekosistem dan keberlangsungan kehidupan manusia.
"Mangrove, selain memberikan manfaat langsung bagi lingkungan sekitarnya seperti ekosistem biota laut dan masyarakat lokal, juga memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida hingga 3-4 kali lebih besar dibandingkan tumbuhan darat. Oleh karena itu, konservasi mangrove memiliki dampak yang sangat signifikan bagi keberlangsungan hidup manusia dan keseimbangan ekosistem bumi," ungkap Sophie Kirana.
Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama generasi muda, untuk turut serta dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. "Mengambil langkah nyata seperti penanaman mangrove dan pelepasan tukik adalah langkah yang tidak hanya membawa dampak positif bagi masa depan bumi, tetapi juga memberikan warisan berharga bagi generasi mendatang," paparnya.
Baca juga : JCB dan OISCA Lanjutkan Tanam Mangrove di Desa Tunggulsari, Pati, Jateng
Konservasi mangrove tidak hanya berdampak positif langsung bagi lingkungan, tetapi juga memiliki peran yang signifikan dalam memberikan edukasi kepada generasi muda. Ia pun mendorong generasi muda untuk aktif terlibat dan mengambil tindakan nyata dalam pelestarian lingkungan untuk mengatasi dan menurunkan dampak negatif dari perubahan iklim dan tercipta kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem dan mereduksi dampak negatif dari perubahan iklim.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang ekosistem mangrove, diharapkan generasi muda akan lebih termotivasi untuk terlibat dalam upaya pelestarian lingkungan.
“Melalui kolaborasi dan tindakan nyata, kita dapat menciptakan perubahan positif yang signifikan dalam menjaga bumi sebagai rumah kita bersama,“ jelas Sophie. (AU/N-1)
Upaya menjaga keberlanjutan hutan dan mangrove Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan dan anggaran, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan aparatur negara.
Upaya pemulihan lingkungan pesisir di Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai menunjukkan hasil konkret.
Pentingnya sertifikat sebagai perlindungan hukum bagi petani. Menurutnya, tanpa kepastian legal, justru ada risiko lahan diambil pihak lain.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Selain untuk rehabilitasi mangrove, alat yang telah terdaftar sebagai paten sederhana sejak September 2025 ini juga dapat difungsikan untuk penanaman tanaman lumpur lainnya.
Kementerian Kehutanan mencatat capaian positif dalam pelaksanaan rehabilitasi mangrove sepanjang 2025.
Tanamanan bakau berperan mencegah abrasi dengan menahan terjangan ombak, tetapi juga bakau bisa menciptakan ekosistem yang bisa dimanfaatkan sebagai tempat wisata.
Camat Legonkulon, Dinar Wardinal, menyambut baik inisiatif ini mengingat Kecamatan Legonkulon kerap terdampak banjir rob.
Bakau memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon dioksida, bahkan hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan tropis, serta berfungsi sebagai penyaring polutan
Hutan bakau juga menjadi habitat penting bagi berbagai jenis flora dan fauna, sekaligus berfungsi sebagai penyerap karbon alami yang dapat membantu mengurangi dampak perubahan iklim.
SEKITAR 400 bibit pohon bakau ditanam di Desa Wisata Kampung Tua Bakau Serip, Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan pelestarian lingkungan ini digelar Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved