Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
RIBUAN hektare lahan pertanian di Kabupaten Grobogan dan Demak, Jawa Tengah yang terkena banjir terancam gagal panen (puso). Akibat kondisi itu, harga gabah melonjak mendorong terus meningkatnya harga beras di pasaran.
Berdasarkan pantauan Media Indonesia, Sabtu (10/2), banjir masih merendam kawasan itu. Jumlah pengungsi terus meningkat karena tempat tinggalnya terendam banjir hingga ketinggian tiga meter, bahkan sejumlah keluarga masih terisolir karena lokasi sulit ditembus.
Tidak hanya itu, dampak banjir melanda kedua daerah tersebut juga mengakibatkan ribuan hektare sawah terendam dan terancam gagal panen akibat tanaman mati dan hanyut dibawa banjir.
Baca juga : Dampak Banjir, Ribuan Ha Sawah di Demak dan Grobogan Terancam Gagal Panen
"Tanaman padi saya baru berusia 15 hari, terendam banjir hingga satu meter pasti rusak dan mati, karena belum ada tanda-tanda air surut," kata Wiji, 40, petani di Gubug, Grobogan.
Hal serupa juga diungkapkan Warsono, 50, petani di Karanganyar, Kabupaten Demak bahwa gagal panen sudah di depan mata karena tanaman padi yang berusia 10-25 hari tidak hanya terendam, tetapi rusak berat dan hanyut saat banjir melanda kawasan ini. "Kalau terendam lebih dari sepekan busuk dan mati, terapi ini hanyut," imbuhnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Grobogan Sunanto secara terpisah membenarkan ancaman gagal panen berbafai jenis tanaman pertanian seperti padi, jagung, bayam, kacang panjang, pare, terong, kedelai, hortikultura, dan bawang merah sebagai dampak banjir sudah di depan mata, sehingga berbagai upaya dilakukan untuk dapat menyelamatkan.
Baca juga : Banjir Demak Meluas, Ratusan Keluarga Mengungsi ke Kudus
"Ada 4.194 hektare lahan persawahan di tersebar di 56 desa di 15 kecamatan di daerah ini yang terendam banjir akibat meluap dan jebolnya sejumlah sungai pada Senin (5/2) lalu, bahkan hingga kini banjir juga masih merendam persawahan dengan ketinggian air 50-200 centimeter," ujar Sunanto.
Dengan semakin lamanya tanaman pertanian terendam, lanjut Sunanto, dipastikan banyak tanaman berusia 10-25 hari mati akibat membusuk, selain itu juga sebagian tanaman juga rusak dan hanyut saat banjir melanda. Namun hingga kini pendataan secara pasti sawah alami gagal panen masih dilakukan meskipun diperkirakan lebih dari 50%.
Secara terpisah Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak Agus Herawan mengungkapkan hal serupa, berdasarkan pendataan pertanian dampak banjir melanda 30 desa di tujuh kecamatan di Demak sebanyak 1.400 hektare sawah terendam banjir sehingga terancam gagal panen.
Baca juga : Tanggul Sungai Jebol, Banjir di Demak Meluas
Selain tanaman padi rusak dan hanyut, lanjut Agus Herawan, juga mati membusuk apalagi sebagian tanaman masih muda dan terendam banjir cukup lama. "Sebagian besar dari jumlah lahan terendam dipastikan gagal panen," imbuhnya. (Z-3)
Sebagian besar warga yang membuka lahan pertanian di sekitar area longsor mengalami gagal panen akibat akses jalan menuju kebun tertutup material longsor.
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa seluas 4.000 hektare sawah terdampak puso akibat bencana di Pulau Sumatra.
RATUSAN hektare area persawahan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung, kembali terendam banjir.
Kehadiran produk asuransi pertanian besutan BRINS ini dapat memberikan perlindungan nyata bagi petani.
Hal ini akibat tidak turunnya hujan di wilayah tersebut dalam dua bulan terakhir. Kondisi juga diperparah dengan mengeringnya sejumlah waduk dan embung di kawasan Pantura setempat.
Ratusan pengunjuk Api Abadi Mrapen di Desa Desa Manggarmas, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan kecewa, karena titik api padam sehingga tidak dapat lagi menyaksikan fenonena alam tersebut.
Puluhan petugas gabungan untuk membantu warga akicat bencana angin puting beliung yang terjadi Jumat (17/20 petang dan terus dikakukan pendataan.
KPAI menegaskan bahwa pihaknya turut berbelasungkawa atas meninggalnya siswa kelas VII SMP Negeri 1 Geyer, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, akibat perundungan.
Angga dipukuli dan hasil autopsi memperlihatkan ada gumpalan darah di bagian kepala diduga sebagai penyebab kematian korbanĀ
AKSI unjuk rasa berbuntut kerusuhan juga pecah di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Sabtu (30/8). Selain Gedung DPRD Grobogan, sejumlah kantor dan pos polisi menjadi sasaran.
Untuk kegiatan hari ini, penanaman dilakukan di lahan seluas 168.432,23 hektare, yang terdiri dari 117.510 hektare lahan perhutanan sosial dan sisanya merupakan lahan campuran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved