Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBAGIAN besar daerah di Jawa Tengah hari ini berawan, namun cuaca ekstrem berpotensi terjadi di siang hingga malam hari. Cuaca ekstrem berpotensi terjadi di daerah pegunungan dan gelombang tinggi berpeluang terjadi di perairan Laut Jawa.
Pemantauan Media Indonesia, Senin (22/1), sejak pagi berbagai daerah di Jawa Tengah diselimuti awan cukup tebal. Di beberapa daerah mulai turun hujan gerimis meskipun tidak berlangsung lama, serta udara dingin di daerah pegunungan cukup terasa meningkat dibandingkan biasanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui pengamatan Citra Satelit Cuaca memperkirakan cuaca ekstrem yakni hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir masih berpotensi terjadi di beberapa daerah, terutama di kawasan pegunungan dan gelombang tinggi terjadi di Laut Jawa dengan ketinggian capai 0,5-2,5 meter.
Baca juga: Ratusan Warga di Kabupaten Hulu Sungai Utara Kalsel Masih Mengungsi Akibat Banjir
Ratusan nelayan di Pantura Jawa Tengah seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, dan Jepara serta Pati memilih enggan melaut terutama nelayan dengan perahu ukuran kecil-sedang. "Istirahat dulu, memasuki musim baratan gelombang tinggi dan cuaca buruk, kami takut terjadi musibah," kata Kamdi, 50, nelayan di Pekalongan.
Hal serupa juga diungkapkan Kastomo, 45, nelayan di Wedung, Demak, selain gelombang tinggi lebih sulit mencari ikan juga kondisi di sekitar pantai mengalami banjir air laut pasang (rob), sehingga menyulitkan nelayan untuk melaut dan ada ratusan kapal terpaksa diistirahatkan. "Serba sulit kondisi seperti ini," imbuhnya.
Baca juga: Awas, Cuaca Ekstrem Kembali Melanda Sejumlah Daerah di Jawa Tengah
Prakirawan Stasiun Meteorologi BMKG Ahmad Yani Semarang Arif N mengatakan angin dari arah barat laut-timur berkecepatan 03-25 kilometer per jam, suhu udara berkisar antara 27-33 derajat selsius dengan kelembapan udara 60%-85% dan gelombang tinggi di laut utara Jawa Tengah sekitar 0,5 hingga 2,5 meter serta perairan selatan 1 hingga 2,5 meter.
Berdasarkan pengamatan cuaca, lanjut Arif, cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi tidak hanya di pegunungan, tetapi juga di perairan sehingga diminta kepada warga di kawasan tersebut untuk waspada. "Kalau di darat ancaman bencana hidrometeorologi sedangkan di laut gelombang tinggi," ujarnya.
Hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir, demikian Arif, berpotensi terjadi di Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Karanganyar, Sragen, Kudus, Ungaran, Temanggung, Magelang, Salatiga, dan Ambarawa.
Sedangkan hujan intensitas ringan-sedang, ungkap Arif, berpotensi terjadi di Cilacap, Kebumen, Purworejo, Wonogiri, Pemalang, Brebes, Pekalongan, Tegal, Purwokerto, Boyolali, Klaten, Sukoharjo, Purwodadi, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Kajen, Slawi, Solo, Semarang, Bumiayu, dan Majenang. (Z-3)
Hasil analisis BMKG memperlihatkan kemunculan gelombang frekuensi rendah dan gelombang ekuatorial Rossby yang aktif di sekitar wilayah NTB
Potensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah, cukup merata di kawasan pegunungan, dataran tinggi, Jawa Tengah bagian timur, Pantura, dan Solo Raya.
New York City berduka setelah 18 orang tewas akibat suhu beku ekstrem yang melanda selama 13 hari.
BMKG memperingatkan potensi hujan lebat disertai angin kencang dan petir di sejumlah wilayah Sulawesi Utara hingga 15 Februari 2025.
BMKG operasikan modifikasi cuaca (OMC) untuk cegah banjir Jakarta hingga 12 Februari 2026. Simak langkah mitigasi dan status pintu air terbaru.
Jakarta siaga banjir hingga 12 Februari 2026. BMKG prediksi hujan sangat lebat dan lakukan modifikasi cuaca untuk mitigasi bencana di Ibu Kota.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Gelombang tinggi 1,25-2,5 meter disertai hujan badai juga masih berlangsung di perairan utara dan selatan Jawa Tengah pada Kamis (5/2) hingga cukup berisiko terhadap aktivitas pelayaran.
POTENSI cuaca ekstrem merata di 33 daerah di Jawa Tengah, Rabu (4/2). Gelombang tinggi hingga 2,5 meter dan air laut pasang (rob) masih berlangsung di perairan.
BMKG Tenau Kupang, Nusa Tengggara Timur (NTT) mengeluarkan peringatan potensi gelombang laut kategori sedang di sejumlah perairan daerah itu mulai 1-4 Februari 2026.
BMKG memperingatkan gelombang tinggi hingga 2,5 meter disertai hujan badai dan angin kencang di perairan Jawa Tengah, Minggu (1/2).
Daerah berpotensi cuaca ekstrem di Jawa Tengah pada Jumat 30 Januari Agus Triyono, tersebar di 18 lokasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved