Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
CUACA Ekstrem kembali berpotensi melanda sejumlah daerah di Jawa Tengah Minggu (21/1) dan Senin (22/1). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor dan angin kencang.
Pemantauan Media Indonesia Minggu (21/1) cuaca ekstrem hujan lebat disertai angin kencang dan sambaran petir kembali melanda beberapa daerah di Jawa Tengah, bencana angin puting beliung Sabtu (20/1) menghantam Kabupaten Semarang dan Kudus mengakibatkan puluhan rumah rusak dan pohon roboh.
"Hujan deras disertai angin kencang membuat 50 rumah warga rusak serta belasan pohon besar roboh di Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang," kata Kepala BPBD Kabupaten Semarang Alexander Gunawan Minggu (21/1).
Baca juga : Cuaca Ekstrem, Bencana Hidrometeorologi Ancam Jawa Tengah
Hal serupa juga diungkapkan Petugas Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Sukron, angin kencang terjadi pada petang mengakibatkan belasan pohon di 11 titik tumbang di Kabupaten Kudus.
"Kita langsung bergerak untuk membersihkannya pohon tumbang karena menutup jalan dan menimpa beberapa bangunan," imbuhnya.
Bencana Hidrometeorologi masih menjadi ancaman serius di sejumlah daerah di Jawa Tengah, BMKG Jawa Tengah kembali mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem pada Minggu (21/1) dan Senin (22/1), sehingga diminta kepada warga di Banjarnegara, Wonosobo, Kebumen, Purworejo, Jepara, Blora, Rembang, Kabupaten Pekalongan, Pemalang, Brebes dan Kabupaten Semarang waspada.
Baca juga : Cuaca Ekstrem Ancam Jateng, Waspadai Bencana Hidrometeorologi
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang Yoga Sambodo mengatakan cuaca ekstrem terjadi disebabkan oleh dinamika atmosfer beberapa waktu terakhir, yakni hangatnya suhu permukaan air laut di perairan utara dan selatan pulau Jawa menunjukkan adanya potensi penguapan untuk pembentukan awan hujan.
Madden Julian Oscillation (MJO) yang berada di Kuadran 5 (Maritime Continent), lanjut Yoga Sambodo, juga turut berkontribusi terhadap proses pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia.
“Labilitas lokal kuat yang mendukung proses konvektif pada skala lokal juga terpantau di Jawa Tengah,” ujarnya.
Baca juga : Potensi Hujan Lebat dan Kilat di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah pada 10 Februari 2024
Kondisi-kondisi tersebut, ungkap Yoga Sambodo, berpotensi memicu cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir, kilat, dan angin kencang, sehingga BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem pada periode tersebut.
“Kondisi itu berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi berupa banjir, tanah longsor, dan angin kencang," tambahnya.
(Z-9)
TIM Gegana dari Satuan Brimob Polda Jawa Tengah atau Jateng melaksanakan kegiatan disposal atau pemusnahan bahan peledak di wilayah Semarang, Minggu (22/3).
PUNCAK arus balik lebaran 2026 diprediksi akan tejadi besok 24 Maret 2026. Adapun arus balik mulai meningkat di sejumlah ruas jalur mudik di Jawa Tengah Senin (23/3),
Perayaan malam takbiran Idulfitri 1447 H di Jawa Tengah berlangsung kondusif dengan 55 titik kegiatan aman. Ribuan personel gabungan diterjunkan untuk menjaga keamanan.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyediakan bus Trans Jateng dengan tarif Mata Uang Rupiah 4.000 untuk umum yang menjangkau beberapa titik wisata seperti Bandungan dan Baturraden.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mempersiapkan berbagai upaya untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas di jalan tol saat puncak mudik lebaran 2026.
Pada Senin (16/3) jumlah pemudik masuk ke Jawa Tengah melalui Jalan Tol Trans Jawa terus meningkat sejak Minggu (15/3), rata-rata setiap berkisar 1.400-1.900 kendaraan masuk ke Kota Semarang.
BMKG Samarinda mengeluarkan peringatan dini potensi banjir dan longsor di Kalimantan Timur (Kaltim) periode 11-20 Maret 2026 akibat curah hujan tinggi.
BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang akibat cuaca ekstrem ini.
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di wilayah ibu kota selama sepekan ke depan.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG Wamena mengimbau warga di 8 kabupaten Papua Pegunungan waspada bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor hingga April 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved